Page 222 - Buku Handbook HC Policy V1,0-23122020
P. 222
Hari dan Waktu Kerja
Waktu Kerja (1 dari 2)
Latar Belakang:
Dalam menjalankan bisnis dan operasional Perusahaan perlu adanya pengaturan Waktu Kerja bagi Karyawan berdasarkan lokasi
kerja masing-masing dengan selalu menaati peraturan perundangan yang berlaku.
Maksud dan Tujuan:
Perlu adanya kebijakan terkait pengaturan Waktu Kerja bagi Karyawan PT PEGADAIAN (Persero).
Pernyataan Kebijakan:
1. Waktu kerja dapat bagi dua:
1. Waktu Kerja Karyawan; dan
2. Waktu Kerja Operasional.
2. Waktu Kerja (jam kerja) Karyawan adalah waktu dalam sehari yang digunakan oleh individu Karyawan untuk melaksanakan
tugas dan pekerjaan yang diperintahkan oleh Perusahaan dalam satuan jam, dengan ketentuan:
1. Untuk Karyawan pada Kantor Pusat dan Kantor Wilayah adalah 8 (delapan) jam sehari, dengan jumlah
keseluruhan 40 (empat puluh) jam seminggu diluar waktu istirahat di antara jam kerja sebanyak 1 (satu) jam;
2. Untuk Karyawan pada Kantor Area, Kantor Cabang, dan UPC/UPS adalah 7 (tujuh) jam sehari untuk 5 (lima) hari
kerja, di Iuar waktu istirahat di antara jam kerja sebanyak 1 (satu) jam ditambah 5 (lima) jam sehari untuk 1 (satu)
hari kerja tanpa waktu istirahat di antara jam kerja, dengan jumlah keseiuruhan 40 (empat puluh) jam seminggu.
3. Tabel Waktu Kerja Karyawan Kantor Pusat dan Kantor Wilayah:
Hari Jam Masuk Jam Istirahat Jam Pulang
Senin s.d Kamis 07.30 12.00 s.d 13.00 16.30
Jumat 07.30 11.45 s.d 13.00 16.45
Sabtu dan Minggu Istirahat Mingguan
4. Tabel Waktu Kerja Kantor Area, Kantor Cabang, dan UPC/UPS:
Hari Jam Buka Pelayanan Jam Istirahat Jam Tutup Jam Pulang
Pelayanan
Senin s.d Kamis 07.30 12.00 s.d 13.00 15:00 16.30
Jumat 07.30 11.45 s.d 13.00 15:00 16.45
Sabtu 07.30 - 12:30 13:00
Minggu Istirahat Mingguan
5. Seluruh Karyawan wajib melaksanakan ketentuan Waktu Kerja Karyawan dengan melakukan proses presensi kecuali
Karyawan yang tidak berhak atas upah lembur.
6. Karyawan yang masuk kerja dan/atau pulang kerja lebih cepat di luar batas toleransi 15 (lima belas) menit yang tidak
berhubungan dengan alasan sah maka Tunjangan Lokasi dikurangi dengan patokan waktu keterlambatan per-15 (lima
belas) menit dan berlaku kelipatannya.
7. Karyawan yang diperintahkan, diundang, atau dianjurkan melaksanakan kegiatan non operasional atau kegiatan di luar Job
Description-nya seperti: rapat, briefing, konsolidasi/sejenis, sosialisasi internal/sejenis, dan/atau kegiatan sharing &
learning yang dilakukan pada waktu yang melebihi Waktu Kerja Karyawan, maka diberikan konsumsi.
8. Waktu Kerja Operasional adalah waktu dalam sehari yang digunakan untuk kegiatan operasional Perusahaan di Kantor
Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Area, Kantor Cabang, dan UPC/UPS dalam satuan jam yang tidak harus sama jumlahnya
dengan dan tidak tergantung pada Waktu Kerja Karyawan, serta menjadi kewenangan penuh dari Perusahaan untuk
mengatumya.
222

