Page 34 - SKI jld 4-16 2015 Resivi Assalam
P. 34
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 4
1831: Teks Taj as-Salatin telah disalin di Keraton Yogyakarya dan
digunakan—atas perintah Sultan Hamengkubuwana I—sebagai
pegangan elit politik di istana.
1854: Gurindam Dua Belas, buku puisi Raja Ali Haji yang masyhur,
disiarkan pertama kali beserta terjemahannya dalam bahasa
Belanda dalam jurnal Tijdschrift van Het Bataviasche Genootsfap
II
1857: Kitab Pengetahuan Bahasa karya Raja Ali Haji dilitografikan di
bawah dukungan Von de Wall (1807-73), sahabat Jerman-nya
yang bertugas menyusun sebuah kamus bahasa Belanda-Melayu
yang kepadanya Raja Ali Haji bekerja sebagai informan dan
asisten
1865: Hasan Basri wafat. Hasan Basri merupakan murid Kyai Mulabaruk
dari Sukawening Garut. Ia adalah ulama ahli tafsir yang menguasai
berbagai karya kunci Al-Baidhawi, Imam Nawawi dan Ibrahim al-
Fairuzabadi. Ia mampu menempatkan para muridnya di seluruh
Priangan setelah mereka belajar dari Mekah lalu ke Madura.
1873 M: Raja Ali Haji wafat
1873: Ranggawarsita, wafat dan dimakamkan di Palar, Klaten,
bersebelahan dengan ibunya tercinta.
1881: Santri Gagal ditulis oleh RH. Muhammad Musa
1882: Salah satu koleksi Sanabudaya berjudul Menak Lari ditulis oleh
Sastrasudarma
1884: Snouck Hurgronje menetap di Mekah. Di sana, ia menemui,
salah satunya, Imam Ahmad, Imam untuk Kesultanan Bacan di
Maluku Utara. Imam Ahmad memberi Snouck Hurgronje daftar
kitab yang dibaca di bagian timur negeri di bawah angin, wilayah
kekuasaan Ternate, Tidore dan Bacan.
1897: Sekelompok seniman wayang (indra) bangsawan dari Malaka
Malaysia berkelana (sebagian sumber menyebut berdagang) ke
daerah Kalimantan Selatan.
1909: Kyai Kurdi dari Pesantren Sukawangi, Singaparna Tasikmalaya,
wafat.
1913: D.K. Ardiwinata menulis sebuah roman Baruang na Nu Ngarora,
sesuatu yang sebelumnya tak dikenal dalam sastra Sunda.
20