Page 103 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 103

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Akibatnya, keunggulan pesantren itu secara perlahan tapi pasti terus merosot
           sehingga secara perlahan pula pesantren itu ditinggalkan oleh para santri dan
           calon santrinya. Sampai sekarang di beberapa pedesaan di Jawa Barat masih
           ada beberapa mantan pesantren yang tinggal menyisakan masjid dan rumah
           keluarga kiai saja. Padahal, pada masa kolonial nama pesantren tersebut cukup
           terkenal melampau batas kabupaten dan tercatat dalam arsip kolonial karena
           dicurigai sebagai basis ekstrimis yang membahayakan Negara.


           Pesantren Cilame, Garut misalnya, selama berada di bawah pimpinan Kiai Haji
           Ajengan Raden Muhammad Zakaria menjadi salah satu pesantren terkenal
           di wilayah Priangan. Pemikiran kiai ini banyak diikuti oleh para kiai lainnya di
           wilayah Garut. Pada akhir dekade 1920-an ia bersama-sama beberapa kiai Garut
           mendirikan organisasi kiai reformis dengan nama Majlis Ahli Sunah Cilame.
           Nama Kiai Muhammad Zakaria bersama grupnya itu tercatat laporan Adeviseur
           voor Inlandse Zaken sebagai kiai-kiai nasionalis yang ikut menyebarkan paham
           nasionalis Indonesia di wilayah Garut. Karena jasa para kiai inilah, PNI pimpinan Ir.
           Sukarno dapat membuka cabangnya di Garut, yang sebelumnya dikenal sebagai
                                    15
           rumah kedua Sarekat Islam.  Namun, pesantren yang telah membesarkan nama        Konsep pesantren
           Kiai Muhammad Zakaria itu sekarang sudah tiada lagi jejaknya. Demikian pula      dengan kelima
                                                                                          unsurnya itu sudah
           pesantren Cantayan, Sukabumi, yang telah melahirkan kiai kaliber nasional,    mengalami pergeseran.
           nasibnya tidak jauh berbeda dengan pesantren Cilame. Setelah kiainya, Haji       Jika sebelumnya
           Abdurrakhim meninggal dunia tahun 1950, penggantinya tidak ada yang              sebutan kiai itu
           mampu mempertahankan kewibawaan pesantren tersebut, sehingga secara            selalu terkait dengan
           pelan-pelan pamornya terus menurun sampai akhirnya dilupakan orang.            lembaga pesantren,
                                                                                           maka setelah era
                                                                                           Orde Baru banyak
           Jika kita amati secara lebih seksama, perkembangan pendidikan Islam Indonesia,   tokoh mendapat gelar
           khususnya sejak masa Orde Baru,  konsep pesantren dengan kelima unsurnya itu   kiai meskipun tidak
           sudah mengalami pergeseran. Kini banyak perguruan Islam yang menamakan        pernah memimpin atau
           dirinya sebagai pesantren, tidak mempunyai kelima unsur tersebut, seperti     mengelola pesantren.
           Pesantren Nururrakhman (di bawah naungan Yayasan Bina Ummat Sejahtera
           Semesta)  di  kota  Depok.  Di  lingkungan  pesantren  ini  tidak  tersedia  pondok
           atau asrama bagi para santri atau siswa dari Sekolah Menengah Pertama Islam
           Terpadu  (SMPIT)  dan  Sekolah  Menengah  Atas  Islam  Terpadu  (SMAIT)  yang
           berada di bawah asuhannya. Guru utamanya pun bukan lagi seorang kiai.

           Demikian pula dengan gelar kiai telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya
           sebutan kiai itu selalu terkait dengan lembaga pesantren, maka setelah era
           Orde Baru banyak tokoh mendapat gelar kiai meskipun tidak pernah memimpin
           atau mengelola pesantren. Sebagai contoh, Kiai Haji Zainuddin M.Z , seorang
           mubaligh asal Betawi yang terkenal dengan julukan Kiai sejuta ummat, dan Kiai
           Haji A.R. Fakhruddin mantan ketua Muhammadiyah. Keduanya menerima gelar
           kiai  bukan  karena  statusnya  sebagai  pemimpin  pesantren,  melainkan  karena
                                                               16
           perannya sebagai mubaligh dan ketua organisasi massa.







                                                                                                 87
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108