Page 108 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 108
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
umumnya keluarga kiai adalah keluarga kaya raya, atau menantu dari keluarga
Bangunan pertama kaya raya. Umumnya bangunan pertama didirikan oleh kiai adalah masjid, yang
didirikan oleh kiai nota bene mempunyai multi fungsi, antara lain sebagai tempat melaksanakan
adalah masjid, yang
nota bene mempunyai kewajiban shalat lima waktu secara berjamaah dan kegiatan ajar-mengajar.
multi fungsi, antara Karena itu pada pesantren-pesantren lama, letak masjid tidak terlalu jauh dari
lain sebagai tempat rumah kiai.
melaksanakan
kewajiban shalat
lima waktu secara Banyak faktor yang mendorong kiai atau calon kiai mendirikan sebuah lembaga
berjamaah dan pendidikan “setingkat” pesantren. Pertama, karena sudah menjadi cita-citanya
kegiatan ajar-mengajar. yang mendapat dorongan orang tuanya, terutama orang tuanya yang kebetulan
seorang kiai, yang menilai anaknya akan lebih berkembang jika mempunyai
pesantren sendiri. Kedua karena mendapat dorong dan restu dari guru yang
dikagumi dan dihormatinya, yang menilai ilmu agama dan kepribadian anak
didiknya sudah lebih dari cukup untuk menjadi seorang kiai, yang ditandai antara
lain telah menguasai kitab-kitab besar dan masyhur. Ketiga, karena “didaulat”
22
oleh masyarakat yang menilainya dia pantas menjadi seorang kiai dan secara
kebetulan di daerah itu tidak ada pesantren. Dalam kasus yang disebut terakhir,
biasanya beberapa tokoh masyarakat telah memantau si calon kiai dalam waktu
tertentu serta telah meminta pertimbangan dari guru-guru sang calon kiai tadi.
Pada awal karirnya sebagai guru agama, mungkin para santri tidak menyapanya
dengan sebutan kiai, melainkan ustadz atau mu’alim, kecuali jika sebelumnya
ia telah lama sebagai seorang guru agama yang telah bergelar haji dan sudah
Kegiatan ajar-mengajar ulama
atau kiai dan santrinya di dalam
Masjid Pondok Pesantren
Gunungpuyuh, Sukabumi.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
92

