Page 111 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 111

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3




























           Salah satu contoh kitab kuning adalah kitab Ta’lim al-Mut’allim   Beberapa kitab kuning yang dipelajari di berbagai pesantren di
           Thoriq at-Ta’allum karangan Syaikh Burhanul Islam az-Zarnuji berisi   Indonesia.
           etika dalam mencari ilmu pengetahuan. Kitab ini banyak dipelajari di   Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
           berbagai pesantren di Indonesia.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.




           digolongkan ke dalam delapan kelompok, yaitu: (1) kelompok nahu (syntax)
           dan saraf (morfologi), (2) fiqih, (3) usul fiqih, (5) tafsir, (6) tauhid, (7) tassawuf
           dan etika, dan (8) cabang-cabang lainnya seperti tarikh dan balagah. Kitab-kitab
           tersebut meliputi teks yang sangat pendek sampai dengan teks yang sangat
           panjang sampai berjilid-jilid.


           Kitab-kitab yang diajarkan di pesantren-pesantren tradisional, terutama di
           wilayah Jawa dan Madura, relatif sama. Demikian pula pengelompokan kitab-
           kitab itu relatif sama pula, yang secara garis besar dapat dibagi ke dalam tiga
           kelompok, yaitu: (1) kitab-kitab tingkat dasar, seperti Ibrahim Bajuri, Jauharu
           t- Tauhid, Safinatu n-Najat, dan Al-Jurumiah; (2) kitab-kitab tingkat menengah
           seperti:  Alfiah ibn Malik, Syafiyah, Uqudul Juman, dan Jam’u l- Jawami;  (3)
           kitab-kitab tingkat besar atau atas seperti: Al-Um, Al- Mudawwanat Qubro, Al-
           Mabsuth, Tafsir Fahrurrazi, Tafsir Darulmansur, Tafsir Ibnu Jarir, Tafsir Ibnu Katsir
           dan Khazin.

           Termasuk dalam kelompok atas ini adalah kitab-kitab hadist, seperti Kitab Hadist
           Buchori, Hadist Muslim. Salah satu kitab hadist yang popular di kalangan para kiai
           dan santri adalah Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjan, yang isinya merupakan kumpulan
           hadist yang diriwayatkan oleh Imam Buchori dan Muslim. Perlu disampaikan
           disini bahwa jumhur ulama telah menetapkan bahwa hadist yang diriwayatkan
           oleh Imam Buchori menempati urutan pertama dan yang diriwayatkan oleh
           Imam Muslim menempati urutan kedua. Jika ada hadist diriwayatkan oleh kedua
           imam tersebut, maka  hadist itu disebut hadistmuttafaqun alaih dan menjadi
           sumber hukum terkuat setelah Al-Quran.







                                                                                                 95
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116