Page 114 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 114

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3






































           Foto kitab Tamsyiyyatul-Muslimin fi Tafsiri Kalami-Rabbil-'Alamin disusun oleh Kiai Haji Ahmad Sanusi dari Pesantren Gunungpuyuh, Sukabumi.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.


                                    tidak mengenal kurikulum, ujian kenaikan kelas atau sertifikat tanda kelulusan,
                                    namun untuk beberapa kasus seperti pada santri kelana, secara langsung atau
                                    tidak langsung, kiai sebagai penanggung jawab perguruan dan keilmuan,
                                    memberikan tanda “kelulusan” itu secara lisan. Bahkan, seperti diungkapkan
                                    oleh Dhofier, kelulusan itu dilegitimasinya melalui sanad.
                                    Meskipun seorang kiai atau satu pesantren mempunyai kekhususan pada
                                    bidang tertentu, tidak berarti minat para santri dalam mempelajari kitab-kitab
                                    kuning menjadi terbatas atau dibatasi. Kitab-kitab lainnya yang demikian banyak
                                    jumlahnya  tetap  dipelajari.  Karena  bagaimana  pun  yurisprudensi  Islam jauh
                                    lebih luas dan mendasar bila dibandingkan dengan sistem yurisprudensi Barat
                                    atau modern. Yurisprudensi Islam mengatur semua aspek yang terkait dengan
                                    kehidupan manusia, mulai dari aspek-aspek yang bersifat personal seperti
                                    pembersihan diri baik fisik maupun spiritual, sampai dengan mengatur aspek-
                                    aspek yang bersifat komunal, serta aspek-aspek yang mengatur hubungan
                                    manusia dengan penciptanya, Allah SWT.


                                    Bahkan dalam rangka memberikan wawasan kepada santrinya, ada beberapa
                                    pesantren yang menyediakan kitab-kitab yang nota bene bertentangan dengan
                                    paham yang dikembangkan di pesantren tersebut. Sebagai contoh Dayah Tanoh
                                    Abey, Aceh Darussalam dikenal sebagai dayah penganut paham isnainiyatul
                                    wujud. Tapi dalam kepustakaannya tersedia kitab-kitab karangan ulama







                     98
   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119