Page 118 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 118
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Pondok Pesantren Durisawo
merupakan pondok pesantren
yang terkenal dengan ajaran
Tarekat Naqsabandiyah
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
Satu ajaran yang kemudian sering dianggap sebagai ajaran sesat oleh Belanda
adalah ajaran tarekat. Menjadi radikal dan berani melawan pemerintah setelah
mempelajari tarekat. Oleh karena itu tidak sedikit pejabat Belanda atau keluarga
Belanda yang begitu khawatir melihat perkembangan tarekat di wilayah, karena
menurut anggapan, sewaktu-waktu akan meletus menjadi satu pemberontakan.
Misalnya pada tahun 1885 K. Frederik Holle, seorang pengusaha perkebunan
teh, telah mengirim surat kepada Residen Priangan, yang isinya meminta agar
Hoofdpanghulu Cianjur dan Hoofdpanghulu Sukabumi serta Patih Sukabumi
dipecat karena telah membiarkan aktivitas persaudaraan Islam, Tarekat
Naqsabandiyah yang beraliran fanatik, yang membahayakan rust en orde.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Sayyid Usman dari Batavia menerbitkan
sebuah pamflet yang isinya mengkritik persaudaraan Tarekat Naqsabandiyah
itu. Akan tetapi, baik Residen Priangan maupun Asisten Residen Sukabumi tidak
menganggap Tarekat Naqsabandiyah itu sebagai sesuatu yang serius yang patut
ditanggapi. Sebaliknya pemerintah melarang pengedaran pamflet yang ditulis
oleh Sayyid Usman isinya penuh sensasi dan fitnah.
35
Satu ajaran yang Tidak lama setelah itu, Habib As-Segaf yang sudah dipecat dari jabatannya
kemudian sering sebagai penghulu Kampung Jawa, Banda Aceh, terlibat percekcokan dengan
dianggap sebagai Patih Sukabumi karena dia tidak mau membayar utang-utangnya. Karena tidak
ajaran sesat oleh
Belanda adalah ajaran puas terhadap Patih, ia mengirim sepucuk surat kepada pejabat Belanda Brunner
tarekat. Menjadi radikal yang kemudian menerbitkannya menjadi artikel penuh sensasi tentang aktivitas
dan berani melawan Patih Sukabumi, pada surakkabar Java Bode yang terbit pada 28 September
pemerintah setelah 1885. Menurut artikel ini, Patih Sukabumi terlibat dalam persaudaraan tarekat
mempelajari tarekat.
Naqsabandiyah yang merencanakan Perang Sabil (Java Bode, 28 September
1885).
102

