Page 120 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 120

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    menilainya sebagai tindakan kecebur di air keruh yang berakibat reputasinya
                                    sebagai seorang ulama progresif sekaligus sastrawan terkemuka di Jawa Barat
                                    ikut ternodai. Tak lama setelah itu Muhamad Moesa mengirim surat permohonan
               Rumusan bacaan       kepada Gubernur Jenderal Otto van Rees, agar dirinya diberhentikan dari
             yang dipraktikan oleh
              kelompok pengikut     jabatannya selaku Hoofdpanghulu. Namun permohonannya ditolak dan setahun
                                                                                37
              tarekat itu sekaligus   setelah itu Muhamad Moesa meninggal dunia.
              pula menunjukkan
               identitas tarekat    Sebenarnya tidak terlalu mengherankan jika banyak pejabat Pangreh Praja
              tersebut. Meskipun
             kedengarannya sama,    yang menyatakan bahwa tarekat diajarkan pada semua pesantren. Sebab, pada
              tetapi dalam urutan   dasarnya dalam kegiatan yang menyangkut praktik keagamaan banyak tata cara
              penyebutan nama-      dan bacaan yang relatif sama dengan yang dilaksanakan oleh para pengikut
             nama tertentu dalam    tarekat. Dalam melaksanakan zikir bersama misalnya, ada ayat-ayat Quran
            bacaan itu, sampai pula   tertentu yang dipilih, diucapkan bersama-sama, dan nama Allah diucapkan
            pada penyebutan guru-
            gurunya sampai kepada   secara berulang-ulang, yang dipraktikan di bawah pimpinan kiainya. Rumusan
              nama guru pendiri     bacaan zikir yang dibacakan kiai yang kemudian diikuti oleh para santrinya,
               tarekat tersebut.    tidak jauh berbeda dengan yang dipraktikan oleh anggota-anggota tarikat
             Beberapa tarekat yang   yang dianggap sah oleh para kiai.   Rumusan bacaan yang dipraktikan oleh
                                                                     38
               cukup terkenal di    kelompok pengikut tarekat itu sekaligus pula menunjukkan identitas tarekat
             Pulau Jawa sejak masa
              kolonial antara lain,   tersebut. Meskipun kedengarannya sama, tetapi dalam urutan penyebutan
            Tarekat Naqsabandiyah,   nama-nama tertentu dalam bacaan itu, sampai pula pada penyebutan guru-
              Qadiriyah, Satariah,   gurunya sampai kepada nama guru pendiri tarekat tersebut. Beberapa tarekat
                 dan Tijaniah.      yang cukup terkenal  di pulau Jawa sejak  masa kolonial antara lain, Tarekat
                                    Naqsabandiyah, Qadiriyah, Satariah, dan Tijaniah.


           Makam Syeh Burhanuddin yang
           membawa Tarekat Satariah ke
           Tanah Minang. Terlihat beberapa
           orang pengikut tarekat yang
           sedang menziarahi makamnya.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.





























                    104
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125