Page 212 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 212

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    pada umumnya lebih luas dipelajari dan dipraktikkan dibandingkan dengan
                                    tarekat-tarekat lain. Dasar teori spekulatif untuk tarekat ini adalah ajaran
                                    Martabat Tujuh.
                                                   38
                                    Sejauh ini, beberapa kitab digunakan sebagai rujukan para pengikut tarekat
                                    ini, di antaranya adalah al-Simt al-Majid karangan Shaikh Ahmad al-Qushashi.
                                    Kitab ini berkaitan dengan ritual tarekat mulai dari zikir, bai’at, hingga talqin.
                                    Kitab lain yang juga dijadikan rujukan adalah  Tanbih al-Mashi al-Mansub ila
                                    Tariq al-Qusyasyi dan Kifayat al-Muhtajin karangan Syekh Abdurrauf Singkel,
                                    dan kitab karangan Ibrahim al-Kurani berjudul Ithaf al-Dhaki bi Sharh al-Tuhfah
                                    al-Mursalah Ila Ruh al-Nabi.  Kitab  Ithaf al-Dhaki sendiri berkaitan dengan
                                    pengetahuan  ’ilm  al-Haqa’iq,  sebuah  ilmu  yang  membahas tentang  wujud
                                    Tuhan serta hubungannya dengan berbagai bentuk perwujudan Tuhan di alam
                                    raya ini.
                                            39




                                    Tarekat Khalwatiyah

                                    Berikutnya adalah tarekat Khalwatiyah. Asal-usul tarekat ini tidak jelas, tetapi
                                    sering dipertalikan kepada Ibrahim al-Zahid, Muhammad Nur al-Khalwati dan
                                    Umar al-Khalwati yang secara berurutan berasal dari Persia, Kurdi dan Turki.
                                    Menurut silsilahnya, tarekat ini merupakan cabang dari tarekat Suhrawardiyah
                                    yang didirikan oleh Diya’ al-Din Abu Najib al-Suhrawardî (490-563/1097-1168),
                                    penulis Adab al-Muridin. 40


             Di Nusantara, tarekat   Di Nusantara, tarekat ini dikaitkan dengan nama seorang ulama Jawi asal
              ini dikaitkan dengan   Makassar, yaitu Yusuf al-Makassari. Dialah ulama pertama yang memperkenalkan
             nama seorang ulama     tarekat ini di Nusantara.  Sebagaimana Abdurrauf Singkel, Yusuf al-Makassari
                                                           41
              Jawi asal Makassar,
                yaitu Yusuf al-     menuntut ilmu kepada Ibrahim al-Kurani, di samping kepada ulama-ulama
               Makassari. Dialah    lainnya. Dia bahkan menghabiskan waktu sekitar dua dasawarsa di dunia Arab.
             ulama pertama yang     Selama sekitar dua puluh tahun itu, dia telah diinisiasi ke dalam beberapa tarekat,
               memperkenalkan
                 tarekat ini di     seperti Dasukiyah, Syadziliyah, Chistiyah, ‘Aydrusiyah, Ahmadiyah, Madariyah,
                 Nusantara.41       Kubrawiyah,  Khalwatiyah, dan  tarekat lain. Namun,  di Nusantara,  dia lebih
                 Sebagaimana        dikenal sebagai seorang guru tarekat Khalwatiyah. Dia memang dijuluki oleh
              Abdurrauf Singkel,
                                                                                                  42
              Yusuf al-Makassari    gurunya sebagai Taj al-Khalwati (mahkota tarekat Khalwatiyah).  Dilihat dari
             menuntut ilmu kepada   karya-karya Syaikh Yusuf al-Makassari, tarekat Khalwatiyah yang berkembang
              Ibrahim al-Kurani, di   di Sulawesi Selatan ini cenderung dekat kepada paham wahdah al-wujud Ibn
            samping kepada ulama-         43
              ulama lainnya. Dia    ‘Arabi.
             bahkan menghabiskan
               waktu sekitar dua
              dasawarsa di dunia    Di Sulawesi Selatan, tarekat Khalwatiyah memiliki dua cabang: tarekat
                    Arab.           Khalwatiyah Yusuf dan Khalwatiyah Samman. Sementara tarekat Khalwatiyah
                                    Yusuf disandarkan kepada nama Syaikh Yusuf Al-Makasari, tarekat Khalwatiyah








                    196
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217