Page 213 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 213

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Samman diambil dari nama seorang Sufi Madinah abad ke-18, Muhamad al-
           Samman. Dalam sejarahnya, kedua cabang tarekat ini memiliki perbedaan
           dalam amalan, organisasi, dan komposisi so sial pengikutnya.

           Contohnya adalah dzikir. Pembacaan nama-nama Tuhan dan Kalimat-ka limat
           singkat lainnya itu dibaca di dalam hati oleh pengikut Tarekat Khalwatiyah Yusuf,
           sementara oleh Khalwatiyah Samman dzikir dilakukan dengan suara keras
           dan ekstatik. Selain itu, Tarekat Khalwatiyah Samman sangat terpusat, semua
           gurunya tunduk kepada pimpinan pusatnya di Maros, sementara Khalwatiyah
           Yusuf  tidak  mempunyai  pimpinan  pusat.  Cabang-cabang  lokal  dari  tarekat
           Khalwatiyah Samman seringkali memiliki tempat iba dahnya sendiri (mushalla,
           langgar) dan cenderung mengisolasi diri dari pengikut tarekat lain, sementara
           pengikut Khalwatiyah Yusuf tidak mem punyai tempat ibadah yang khusus dan
           dengan bebas bercampur dengan para tetangga mereka yang tidak menjadi
           anggota tarekat.


           Perbedaan lain adalah bahwa sementara tarekat Khalwatiyah Samman lebih
           ”merakyat”, baik dalam gaya maupun komposisi sosial pengikutnya. Sebagian
           besar pengikutnya adalah orang-orang desa. Tarekat Khalwatiyah Yusuf lebih
           “aristokratik”. Hal itu dapat dilihat, misalnya, dari para pengikutnya yang berasal
           dari kalangan bangsawan Makassar, termasuk penguasa Kerajaan Gowa yang
           terakhir, Andi Ijo Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidid yang berkuasa antara
           tahun 1946 hingga 1960. 44                                                      Nama tarekat ini
                                                                                          mengacu pada nama
                                                                                           pendirinya, yaitu
           Terkait kitab-kitab rujukan anggota tarekat, sejauh ini beberapa kitab digunakan   Muhammad ibn ‘Abd
                                                                                          al-Karim al-Samman
           sebagai rujukan, di antaranya adalah kitab-kitab yang ditulis oleh Syeikh Yusuf   (1130-1189 H/1718-1775
           al-Makassari, seperti  Al-Barakat al-Sailaniyya, yang berisi informasi tentang   M), seorang ulama
           cara bagaimana mengikuti jalan sufisme, seperti berdzikir, syahadat, dan cara   Madinah. Sebelum
           bagaimana mendekatkan diri kepada Allah (muraqabah). Selain itu, beberapa     mendirikan tarekatnya
                                                                                            sendiri, Syaikh
           karyanya yang lain juga menjadi rujukan, di antaranya Al-Fawa’ih al-Yusufiyya fi   Sammani adalah salah
           Bayan Tahqiq al-Sufiyya, dan Hashiyya.                                         seorang murid tertua
                                                                                          Tarekat Khalwatiyah
                                                                                            yang berbasis di
                                                                                           Syiria, Mustafa ibn
                                                                                            Kamal al-Din al-
           Tarekat Sammaniyah                                                             Bakri, pendiri Tarekat
                                                                                         Bakriyah. Dia memiliki
                                                                                           pengaruh besar di
           Tarekat Sammaniyah adalah tarekat pertama yang memperoleh pengikut dalam         kalangan orang-
           jumlah sangat banyak di Nusantara. Hal itu terjadi pada penghujung abad ke-18.   orang Asia Tenggara
                                                                                           pada abad ke-18.
           Nama tarekat ini mengacu pada nama pendirinya, yaitu Muhammad ibn ‘Abd         Dia menggabungkan
           al-Karim  al-Samman  (1130-1189  H/1718-1775  M),  seorang  ulama  Madinah.    tarekat Khalwatiyah,
                                                                                              Qadiriyah,
           Sebelum mendirikan tarekatnya sendiri, Syaikh Sammani adalah salah seorang    Naqsyabandiyah, dan
           murid tertua Tarekat Khalwatiyah yang berbasis di Syiria, Mustafa ibn Kamal al-   Syadziliyah.
           Din al-Bakri, pendiri Tarekat Bakriyah. Dia memiliki pengaruh besar di kalangan








                                                                                                 197
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218