Page 217 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 217

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Sementara tentang tarekat Naqsyabandiyah Mazhariyah, diketahui bahwa
           tarekat ini adalah cabang dari tarekat Naqsyabandiyah dari khalifah ’Abd Allah
           Dihlawi  yang lain, Abu Sa’id al-Ahmadi al-Sirhindi. Melalui cucunya dari ayah
           Ahmad Sa’id  di Madinah, Muhammad Mazhar al-Ahmadi mengembangkan
           ajaran ke dalam tarekat  Mazhariyah. Ke  Indonesia  tarekat ini diambil  melalui
           khalifahnya, Syaikh Muhammad  Shalih  al-Zawawi, yang secara tradisional
           keluarganya mempunyai murid-murid dari Indonesia, terutama dari Kesultanan
           Pontianak dan Riau.

           Syaikh Muhammad  Shalih  al-Zawawi yang hidup semasa dengan Syaikh Ismail
           al-Khalidi al-Minangkabawi ini menginisiasi banyak ulama Nusantara ke dalam
           tarekat Naqsyabandiyah Mazhariyah di Makkah. Di antaranya adalah Sayid Ja’far
           ibn Muhammad asal kampung Tanjung Pontianak, Syaid Ja’far ibn Abdurrahman
           al-Qadri asal Kampung Melayu, Pontianak, Syaikh Abdul Azhim al-Manduri asal
           Madura. Ada juga yang diinisiasi ke dalam tarekat ini melalui muridnya, Syaikh
           Abdul Murad al-Qazani al-Turki, yaitu Syaikh Abdul Aziz ibn Muhammad Nur
           asal kampung Kamboja, Pontianak. Dari penyebaran melalui Syaikh al-Zawawi
           ini, terlihat bahwa di Pontianak tarekat ini berkembang pesat. Sementara dari
           ulama asal Madura di atas, tarekat ini kemudian tersebar di Madura khususnya,
           dan umumnya  di  Jawa Timur  dan di  kalangan penduduk  asal Madura  yang
           bermukim di Kalimantan Barat. Putra Syaikh Muhammad Salih al-Zawawi sendiri,
           Syaikh Abdullah ibn Muhammad Yusuf al-Zawawi sendiri juga aktif langsung
           menyebarkan  tarekat  ini  di  Riau  dan Pontianak.  Anak-cucunya  kemudian
           menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara, di antaranya ke Trengganu dan
           Kuala Lumpur di Malaysia.  Beberapa kitab yang menjadi rujukan tarekat ini di   Tarekat ini didirikan
                                   53
                                                                                           oleh ulama Jawi,
           antaranya adalah Risalah al-Naqsyabandiyah karya Syaikh Yusuf al-Makassari.   Ahmad Khatib ibn ‘Abd
           Beberapa kitab lainnya adalah al-Anwar al-Qudsiyah karya Syaikh Abd. Wahab      al-Ghaffar Sambas
           al-Sya’roni, Tanwir al-Qulub fi Muamalati Allami al Ghuyub karya Syaikh Amin    (wafat di Makkah,
                                                                                           1878), seorang sufi
           al-Qurdi, Kifayat al-Atqiya’ wa Minhaj al-Ashfiya’ karya Abi Bakr al-Makky.   asal Kalimantan Timur,
                                                                                         Indonesia, yang pernah
                                                                                          menjadi guru sufi di
                                                                                          al-Masjid al-Haram,
                                                                                           Makkah. Sebagai
                                                                                          guru yang mengajar
           Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah                                           di al-Masjid al-Haram,
                                                                                            dia mempunyai
                                                                                           banyak murid asal
           Tarekat ini didirikan oleh ulama Jawi, Ahmad Khatib ibn ‘Abd al-Ghaffar Sambas   Indonesia. Tarekat ini
           (wafat di Makkah, 1878), seorang sufi asal Kalimantan Timur, Indonesia, yang   merupakan gabungan,
           pernah menjadi guru sufi di al-Masjid al-Haram, Makkah. Sebagai guru yang     di mana teknik-teknik
                                                                                           spiritual beberapa
           mengajar di al-Masjid al-Haram, dia mempunyai banyak murid asal Indonesia.     tarekat dipadukan,
           Tarekat ini merupakan gabungan, di mana teknik-teknik spiritual beberapa      namun yang terbesar
           tarekat dipadukan, namun yang terbesar dan menjadi unsur utamanya berasal       dan menjadi unsur
           dari dua tarekat,  yaitu tarekat  Qadiriyah dan  tarekat Naqsyabandiyah.  Dari   utamanya berasal
                                                                                           dari dua tarekat,
           tarekat Qadiriyah diambil model zikir  nafy-itsbat yang dibacakan secara  jahr    yaitu tarekat
           (nyaring), sedangkan dari tarekat Naqsyabandiyah diambil zikir ‘ism Dzat atau   Qadiriyah dan tarekat
           zikir lata’if yang dibacakan dengan sirr, tanpa suara, di dalam hati. 54        Naqsyabandiyah.





                                                                                                 201
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222