Page 216 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 216
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Selanjutnya, tarekat ini melahirkan beberapa cabang, yang cukup besar
Tarekat ini melahirkan pengikutnya di Indonesia adalah tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah dan
beberapa cabang, Naqsyabandiyah Mazhariyah. Terkait tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, data
yang cukup besar
pengikutnya yang ada menyebutkan bahwa tarekat ini didirikan oleh Khalid Diya’ al-Din, atau
di Indonesia Mawlana Khalid, seorang ulama Kurdistan yang pernah belajar kepada Syaikh
adalah tarekat ’Abd Allah Dahlawi asal India. Tarekat ini sampai ke Indonesia berkat peranan
Naqsyabandiyah
Khalidiyah dan zawiyah ’Abd Allah al-Arzinjani, khalifah Mawlana Khalid di Jabal Abu Qubais
Naqsyabandiyah Makkah, tempat murid-murid Indonesia belajar kepadanya. Salah satunya
Mazhariyah. adalah Ismail Minangkabawi. Tarekat ini sangat populer di kalangan atas dan
Terkait tarekat
Naqsyabandiyah menengah Indonesia, terutama di Sumatra Barat dan Jawa.
Khalidiyah, data yang
ada menyebutkan Ada dua tokoh yang sangat berjasa menyebarkan tarekat Naqsyabandiyah
bahwa tarekat ini
didirikan oleh Khalid Khalidiyah di Nusantara. Yang pertama adalah seorang ulama asal Minangkabau
Diya’ al-Din, atau dan yang kedua berasal dari Arab. Ulama asal Minangkabau adalah Syaikh Ismail
Mawlana Khalid, al-Minangkabawi, yang oleh Hawash Abdullah dinyatakan sebagai puncak
seorang ulama
Kurdistan yang pernah keberhasilan penyebaran tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Nusantara.
belajar kepada Syaikh Dia menyebarkan tarekat ini dengan menjadi seorang guru sufi pengembara.
’Abd Allah Dahlawi asal Pertama-tama tarekat ini disebarkannya di negeri asalnya sendiri, Simabur,
India. Tarekat ini sampai
ke Indonesia berkat Batusangkar, Sumatra Barat. Dari negerinya, dia berangkat ke Riau. Dia disambut
peranan zawiyah ’Abd hangat oleh penguasa setempat, Sultan Muhammad Yusuf dan Raja Ali Engku
Allah al-Arzinjani, Kelana (Yamtuan Muda Riau VIII tahun 1845), dan keduanya kemudian menjadi
khalifah Mawlana
Khalid di Jabal Abu pengikutnya. Dari Riau dia kemudian pergi ke Kerajaan Langkat dan Deli, dan
Qubais Makkah, tempat melanjutkan pengembaraannya ke Johor. Di sini, tarekat Naqsyabandiyah
murid-murid Indonesia Khalidiyah diterima secara massif. 52
belajar kepadanya.
Salah satunya adalah
Ismail Minangkabawi.
Tarekat ini sangat
populer di kalangan
atas dan menengah
Indonesia, terutama
di Sumatra Barat dan
Jawa.
Pengajian pengikut Tarekat
Naqsyabandiyah di Ponorogo,
Jawa Timur.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
200

