Page 255 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 255

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3




































                                                                                       Sekolah Jamiat Kheir didirikan
                                                                                       pada tahun 1906.
                                                                                       Sumber: Dokumentasi Yayasan Jamiat Keir


           terbuka bagi semua umat Islam tanpa melihat etnik mereka, meskipun pada
           kenyataannya mayoritas keanggotaan ormas ini berasal dari etnis Arab (Noer
           1963,  90).  Diantara  tujuan  pendirian  ormas  ini  adalah  untuk  memperkuat
           identitas Arab dan mendirikan sekolah modern terutama bagi komunitas Arab
           di Indonesia. Untuk mencapai tujuan itu, lantas diajarkanlah bahasa dan budaya
           Arab, terutama kepada warga Arab yang ada di Indonesia, dan diadakan
           program pengiriman anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di Timur
           Tengah (Jacobson 2009, 43; Alatas 2011, 50). Selain mengirimkan anak-anak ke
           Timur-Tengah, ormas ini juga memiliki program untuk mendatangkan guru-guru
           dari Timur-Tengah. Diantara mereka yang didatangkan ke Indonesia pada tahun
           1911 adalah: Syaikh Ahmad Surkati dari Sudan, Syaikh Muhamad Abdullah dari
           Mekkah, dan Syaikh Muhammad Thaib dari Maroko. Pada tahun 1913, kembali
           didatangkan guru-guru dari TImur-Tengah diantaranya adalah: Muhammad
           Noor Al-Ansari, Muhammad Abul Fadl Al-Ansari, dan Hasan Hamid Al-Ansari.
           Kebanyakan dari guru-guru tersebut telah berkenalan dengan pemikiran
           pembaharuan dari Mesir. Muhammad Noor bahkan merupakan alumnis Al-
           Azhar dan murid Muhammad Abduh (Noer 1963, 92). Selain bidang pendidikan,
           Jamiat Kheir juga mendirikan perpustakaan, percetakaan huruf Arab, dan juga
           menerbitkan surat kabar yang salah satunya dalah Utusan Hindia.


           Meski dalam perkembangannya Jamiat Kheir tetap menjadi ormas kecil, namun
           ormas ini adalah salah satu ormas Islam tertua di Indonesia. Ormas inilah
           yang melahirkan orang-orang semisal KH Abdullah Syafi’ie, pendiri pondok





                                                                                                 239
   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260