Page 378 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 378

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3



























           Ajengan Ilyas, dari Ponpes
           Cipasung menjadi pimpinan
           sidang Muktamar Ulama tentang
           penanggulangan penularan
           HIV/AIDS di Bandung, 26-30
           November 1995.
           Sumber: Dokumen Pondok Pesantren
           Cipasung, Tasikmalaya.


                                    Pada kasus pertama, misalnya, protes mayoritas umat Islam bahkan pernyataan
                                    haram atas Porkas yang dilontarkan NU dan Muhammadiyah sama sekali tak
                                    disambut MUI.  Sebaliknya ketua komisi fatwa MUI saat itu Ibrahim Hosen
                                                  57
                                    mengeluarkan argumen bahwa dampak negatif judi yang dilarang Islam (maysir)
                                    adalah berbeda dengan Porkas yang justru membantu pemerintah untuk
                                    memfasilitasi kegiatan bermanfaat lain di sektor olahraga dan kepemudaan,
                                    dan karenanya Porkas diperbolehkan. Di sini jelas terlihat bahwa MUI lebih
                                    mematuhi pressure pemerintah yang otoriter ketimbang mengikuti nurani umat.


            Dua lembaga bentukan    Selain kecenderungan fiqih dan urusan sosial kemasyarakatan pada fatwa MUI,
               MUI yang amat        di era Orde baru MUI membuat beberapa lembaga yang kemudian terbukti
              terkenal adalah LP-   menjadi sumber masukan terbesar untuk finansial organisasi. Dua lembaga
              POM (1989), yang
              memberi sertifikasi   bentukan  MUI  yang  amat  terkenal  adalah  LP-POM  (1989),  yang  memberi
              halal untuk semua     sertifikasi halal untuk semua produk makanan, obatan-obatan, dan kosmetik
               produk makanan,      yang beredar di Indonesia, dan bank Islam pertama, Bank Muamat Indonesia
              obatan-obatan, dan
            kosmetik yang beredar   (BMI) pada 1991. Pengkaderan ulama (dilaksanakan sejak 1990) dalam bentuk
            di Indonesia, dan bank   kursus bagi para calon ulama utusan daerah di bidang hukum Islam dan orientasi
             Islam pertama, Bank    pembangunan nasional juga menjadi kegiatan sentral MUI.
              Muamat Indonesia
               (BMI) pada 1991.
                                    BMI menjadi produk MUI di dunia perbankan. Namun, aktivitas terkait perbankan
                                    yang dilakukan MUI tidak berhenti sampai di situ. Konsentrasi sangat besar
                                    juga dicurahkan MUI sejak awal dekade 1990-an untuk konseptualisasi dan
                                    pengejawantahan Bank Syariah di seluruh bank yang mengeluarkan produk
                                    syariah. Lembaga di MUI yang berperan penuh dalam menangani urusan ini
                                    asalah  Dewan  Pertimbangan  Syariah  (DPS).  Pada  tahun  1992,  Pemerintah






                    362
   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383