Page 381 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 381
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
WAHID Institute berdiri sejak 7
September 2004, The WAHID
Institute (WI) adalah lembaga
yang berusaha mewujudkan
prinsip dan cita-cita intelektual
Abdurrahman Wahid dalam
membangun pemikiran Islam
moderat yang mendorong
terciptanya demokrasi,
multikulturalisme dan toleransi
di kalangan kaum muslim di
Indonesia dan seluruh dunia.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
penyebaran ajaran dan pembangunan kehidupan masyarakat Islam, 2) pemberi
fatwa bagi umat Islam baik diminta maupun tidak, 3) pembimbing dan pengabdi
masyarakat, 4) agen dan gerakan pembaharuan (al-ishlah wa al-tajdid), dan
5) pemegang teguh doktrin al-Quran untuk menyerukan kebaikan dan
memberantas kemungkaran (amar ma’ruf nahy munkar). Di even itu juga MUI
secara tegas memposisikan dirinya sebagai kekuatan pengusung gerakan moral Rumusan baru visi
untuk merehabilitasi kehidupan sosial. Perubahan visi tersebut, menurut Ichwan organisasi, di mana
isinya menyatakan
(2005), memperlihatkan perubahan signifikan MUI dalam dua hal: pertama, kini bahwa MUI merupakan:
MUI lebih mengambil jarak dengan pemerintah seraya mendekatkan dirinya 1) pewaris para
nabi dalam hal
pada perubahan aspirasi umat Islam. Kedua, menggunakan strategi cangkokan penyebaran ajaran
Islam Reformis, MUI membawa diri dan umat Islam Indonesia ke kutub yang lebih dan pembangunan
bercorak ortodoks. Perubahan tersebut menjadi lebih jelas dengan penerbitan kehidupan masyarakat
67
fatwa-fatwa MUI di era ini yang mulai masuk ke ranah politik, cenderung Islam, 2) pemberi fatwa
bagi umat Islam baik
intoleran dan tidak sensitif terhadap hak asasi manusia (HAM). diminta maupun tidak,
3) pembimbing dan
Berbeda dengan fatwa-fatwa MUI semasa kepemerintahan Orde Baru, di pengabdi masyarakat,
4) agen dan gerakan
periode awal era Reformasi, tepatnya masa kepemimpinan BJ Habibie, nuansa pembaharuan (al-ishlah
politik MUI mulai muncul. Gonjang-ganjing keabsahan kepresidenan Habibie wa al-tajdid), dan
5) pemegang teguh
yang semula wakil presiden dari Soeharto, misalnya, menyulut MUI untuk doktrin al-Quran untuk
mengumpulkan seluruh anggotanya guna memberikan dukungan kepada menyerukan kebaikan
Habibie. Hasilnya, ia mengeluarkan statemen politik yang disebutnya sebagai dan memberantas
amanah untuk Presiden Habibie, yang dikeluarkan MUI sebagai tausyiwah baik kemungkaran (amar
bagi presiden sendiri maupun seluruh rakyat Indonesia. ma’ruf nahy munkar).
68
365

