Page 382 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 382

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Dalam tausyiah tersebut, MUI terlebih dahulu mengutip dalil-dalil al-Quran
                                    untuk menjustifikasi pendapatnya. Di antara ayat-ayat yang dipakai adalah QS
                                    3:104 tentang amar ma’ruf nahy munkar, QS 4: 59 tentang kewajiban percaya
                                    kepada  Allah,  Nabi  dan  mereka  yang  memiliki  otoritas  (umara,  pemerintah),
                                    serta QS 8: 46 tentang larangan memperpanjang debat yang tidak bermanfaat.
                                    Di bagian inti, MUI kemudian mendorong presiden dan kelompok pro reformasi
                                    untuk melakukan beberapa langkah produktif terkait pentingnya kembali
                                    ke  ajaran  agama  dan  moral,  mendahulukan  pemenuhan  kebutuhan  pokok
                                    masyarakat terutama di bidang ekonomi, melanjutkan reformasi politik lewat
                                    kerjasama pemerintah dan legislatif, serta pernyataan bahwa MUI sepenuhnya
                                    mendukung kepemimpinan Presiden Habibie.


              Menjelang pemilu      Menjelang pemilu Juni 1999, di tiga bulan terakhir sebelum pelaksanaan, MUI
                Juni 1999, MUI      mengeluarkan  tiga  tausyiah  terkait  pentingnya  berpartisipasi  dalam  pemilu
                mengeluarkan        dan memilih  calon pemimpin  bangsa. Namun  demikian, tiga  tausyiah yang
                tiga tausyiah
              terkait pentingnya    diterbitkan tersebut memiliki intensi yang berbeda-beda. Di bulan April, tausyiah
             berpartisipasi dalam   pertama MUI bertajuk “Himbaun MUI untuk kesuksesan pemilu 1999” hanya
              pemilu dan memilih    berisi pentingnya masyarakat untuk ikut memilih sebagai usaha menentukan
               calon pemimpin
              bangsa. Bulan April   perkembangan bangsa dan pentingnya masyarakat, terutama Muslim, untuk
              bertajuk “Himbaun     memilih partai politik yang dipercaya mampu mewujudkan kedamaian dan
            MUI untuk kesuksesan    kesejahteraan bangsa. Tausyiah pertama ini terlihat begitu umum dan tidak
              pemilu 1999”, Mei
              berjudul “Nasehat     memiliki tendensi khusus ajakan untuk mendukung atau menolak partai politik
             pimpinan MUI menuju    tertentu.
              pemilu 1999”, Juni
              dinamai “Instruksi
              kepada umat Islam     Tausyiah kedua yang dikeluarkan di bulan Mei berjudul “Nasehat pimpinan
             menuju pemilu 1999”.   MUI menuju pemilu 1999”. Isinya mulai lebih spesifik, dengan menyatakan
                                    bahwa MUI kembali mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih
                                    dan memilih calon pemimpin yang memperjuangkan aspirasi semua warga
                                    negara. Kemudian MUI mengajak masyarakat Islam untuk mengutamakan
                                    persaudaraan sesama Islam (ukhuwah islamiyah) dan partai politik Islam untuk
                                    berlomba-lomba  memperjuangkan  kebaikan  (fastabiq al-khairat).  Terakhir,
                                    tausyiah mengingatkan umat Islam untuk bersikap waspada terhadap bahaya
                                    laten komunisme dan Partai Komunis Indonesia. Keputusan MUI tersebut mulai
                                    memperlihatkan intensi lembaga keulamaan ini untuk mengajak umat Islam
                                    Indonesia agar memilih partai yang memiliki basis keislaman dan ajakan kepada
                                    partai-partai  Islam  untuk  tidak  bertikai  (mengutamakan  ukhuwah islamiyah),
                                    seraya ajakan mewaspadai kelompok tertentu, mungkin juga partai politik
                                    tertentu, yang dianggap MUI dapat membahayakan Islam Indonesia.

                                    Tausyiah ketiga di bulan Juni dikeluarkan hanya beberapa hari menjelang
                                    pelaksanaan pemilu. Dari judulnya saja, MUI tampak lebih bersikap tegas
                                    dengan menamai tausyiahnya sebagai “Instruksi kepada umat Islam menuju
                                    pemilu 1999”. Dengan menukil QS 3: 28 tentang larangan orang beriman untuk
                                    berteman atau meminta pertolongan dari orang yang tidak beriman, tausyiah
                                    ini pada intinya menyerukan: 1) umat Islam untuk memilih partai politik yang





                    366
   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387