Page 15 - Pedoman-Evaluasi-Mutu-Gizi-dan-Non-Gizi-Pangan
P. 15

digunakan  untuk  menentukan  skor  asam  amino  baik  untuk  protein
                       tunggal maupun produk campuran. Namun, daya cerna protein yang

                       merupakan  aspek  penting  dalam  penetuan  kualitas  protein  tidak
                       diperhitungkan.  Selain  itu,  metode  ini juga  bergantung  pada  teknik
                       analisis  asam  amino  serta  tidak  mempertimbangkan  keberadaan

                       komponen lain yang dapat mempengaruhi pencernaan dan utilisasi
                       protein.

                          Metode  skor  kimia  kemudian  disederhanakan  oleh  McLaughlan
                       dkk.  (1959)  karena  asam  amino  pembatas  (limiting  AA)  dalam
                       sebagian besar pangan adalah lisin, metionin (metionin+sistin), dan

                       terkadang  triptofan.  Sehingga  perhitungan  skor  kimia  hanya
                       dilakukan  terhadap asam-asam  amino tersebut.  Dalam  metode  ini,

                       skor  setiap  asam  amino  esensial  dinyatakan  sebagai  persentase
                       konsentrasi  yang  dinyatakan  sebagai  persentase  konsentrasi  yang
                       terdapat  dalam  telur  utuh  (sebagai  protein  referensi  dengan  nilai

                       100), perhitungannya sebagai berikut:
                                                          ℎ                                              
                                                        =                              100
                                                          ℎ                                                
                          Skor  kimia  dinyatakan  oleh  angka  skor  asam  amino  yang

                       terendah.  Dalam  hal  ini,  apabila  metionin  merupakan  asam  amino
                       esensial yang paling defisien, maka hanya kadar metionin saja yang
                       digunakan dalam perhitungan skor.


                               Tabel 3. Contoh Penetapan Skor Kimia suatu Protein

                                             berdasarkan Standar FAO/WHO (2013)
                                                Kadar     Referensi
                                                                         Skor
                             Asam Amino         dalam     FAO/WHO                  Skor
                                                                        asam
                               Esensial        sampel       (2013)                 kimia
                                                                       amino *)
                                                  (mg/g protein)

                           Isoleusin              29          21         100




                                                                                         6
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20