Page 273 - Perdana Menteri RI Final
P. 273

berada di dalam lingkaran Muhammadiyah,   menyakinkan sejumlah kelompok politik yang   PPPH memiliki banyak alasan salah satunya   sebagai jembatan yang dapat menghubungkan
 salah satu organisasi Islam bercorak modernis   ada pada waktu itu untuk membentuk organ   didasarkan bahwa Sukiman yang memiliki   Hatta dengan Sukarno, dimana secara garis

 yang tidak terlalu politis.  payung yang dapat mempersatukan mereka.   penghasilan sendiri dari pekerjaannnya sebagai   politik Hatta dengan PNI-Barunya merupakan
                     17
 Keengganan muncul dari sejumlah kalangan   dokter.            oposisi Partindo—penerus PNI-Sukarno yang
 Awal ketika Sukiman mulai menjadi anggota,
 sepuh di PSI seperti K.H. Agus Salim, namun                   telah dilarang pemerintah kolonial.
 PSI melakukan reorientasi perjuangannya. Partai   Sukiman melangkah lebih jauh  untuk
 Sukiman memberikan dukungan kepada Sukarno
 ini mengubah gerak perjuangannnya menjadi   melakukan antisipasi dampak krisis ekonomi   Selama menjabat sebagai ketua PPPH, Sukiman
 untuk membentuk PPPKI (Permufakatan
 lebih kooperatif, dan tujuannya untuk mencapai   yang terjadi di kalangan buruh. Ia melihat   melakukan ekseminasi terhadap ketidakberesan
 Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan
 kemerdekaan nasional berdasarkan Islam. Pada   perlunya melakukan edukasi terhadap mereka   organisasi untuk mengatasi krisis yang dialami
 Indonesia). Keduanya kemudian dipercaya untuk
 1929, PSI menambahkan kata Indonesia pada   agar dapat memahami hak-haknya serta   oleh para karyawan pegadaian di Hindia
 menjadi  bagian penting  dalam mewujudkan
 namanya yang kemudian berubah menjadi PSII.   mengukur dampak dari aksi bersama yang   Belanda. Pada saat itu terjadi pemecatan pegawai
 terbentuknya PPPKI. Pada akhirnya, kesatuan
 Meskipun demikian, kelompok yang menolak   kerap mereka lakukan yang dimaksudkan agar   Pegadaian di Hindia Belanda besar-besaran
 yang dibangun dalam PPPKI tidaklah bertahan
 untuk melakukan pendekatan yang lebih moderat   tidak memperparah kondisi ekonomi yang   hingga mencapai 500 orang, atau sepertiga total
 lama,  dan  dengan  segera  muncul antagonisme
 dalam perjuangan tetap memainkan peran   akan  turut berdampak  pada kesejahtaeraan   anggota PPPH. Mereka diberhentikan karena
 mengenai berbagai hal, namun keberhasilan
 penting dalam tubuh PSI. Salah satu tokohnya   mewujudkan PPPKI yang berusia pendek itu   buruh. Bagi Sukiman hal ini dapat dilakukan   dianggap tidak mampu bekerja. Agenda Sukiman
 adalah K.H. Agus Salim yang cenderung   telah menunjukan kapasitas Sukiman, sekaligus   melalui  surat  kabar.  Untuk  itu  Sukiman   waktu itu adalah untuk memperjuangkan nasib

 menolak gagasan-gagasan sekuler, juga untuk   karakter politisi yang ia miliki.  meminta PPPH membeli surat kabar Islam   para pegawai pegadaian yang telah dipecat oleh
 bekerjasama dengan para nasionalis. Lebih dari   Moestika yang terbit di Yogyakarta untuk   pemerintah dengan membentuk suatu badan
 itu,  Ricklefs  menunjukan  bahwa  ia  juga  tidak   Persoalan  lain  yang  menunjukan  dan  kemudian dijadikan corong suara kaum   yang terdiri dari tiga orang wakil PPPH—
 begitu suka dengan kemunculan orang-orang   mempertegas posisi Sukiman dalam gelanggang   buruh. Moestika—di mana Sukiman menjadi   dimana  selain  Sukiman  terdapat  nama  pula
 baru yang terbaratkan yang merupakan hasil   politik nasional waktu itu adalah ketika ia mulai   salah satu  stakeholder, dan Agus Salim   Suryopranoto, tiga orang jawatan pegadaian,
 pendidikan kolonial untuk turut berkecimpung   masuk dalam pergerakan buruh. Bagi PSII,   menjadi pimpinan redaksi—yang pada waktu   dan satu representasi pemerintah. Badan ini
 16
 di kancah pergerakan nasional.  Di dalam PSI,   buruh merupakan kelompok yang penting dan   itu juga sedang limbung memiliki banyak   kemudian menemukan bahwa pemerintah keliru
 pengaruh K.H. Agus Salim, yang berusia sekitar   perlu memperoleh perhatian partai untuk banyak   sekali hutang yang diantaranya adalah   dalam mengambil tindakan karena hanya 30
                              18
 alasan. Secara  politis, kelompok  ini paling   milik Sukiman.  Langkah ini berhasil dan
 sepuluh tahun lebih tua dari Sukiman, sangatlah               orang yang sebenarnya terbukti tidak cakap.
 banyak  terpapar  pengaruh  kiri,  sehingga  tidak   lahirlah kemudian surat kabar buruh yang
 besar. Ia menjadi salah satu tokoh senior yang
 mengherankan jika sebelumnya pada 1920an,   bertajuk “Oetoesan Indonesia”. Sukiman yang   Sukiman juga melakukan ekseminasi atas kinerja
 sangat dihormati bersama dengan H.O.S.
 Agus Salim yang bertarung habis-habisan untuk   menjadi editor penerbitan ini menggandeng   perserikatan pada era sebelumnya. Ia menemukan
 Tjokroaminoto yang disebut-sebut sebagai guru
 melawan radikalisasi kaum komunis di tubuh   Suryopranoto, Soeroso, dan Sjahrir yang baru   adanya ketidakberesan dalam hal penggunaan
 Sukarno dan sekaligus mertuanya.
 organisasi buruh. Kedekatan Sukiman terhadap   saja pulang dari Belanda. Tidak berselang   keuangan yang kemudian mengumkannya
 Meskipun telah menjadi anggota PSI yang   kaum buruh dan pergerakannya semakin   lama kemudian, turut bergabung Hatta yang   secara terbuka, dan berjanji akan melaksanakan

 menerapkan disiplin partai secara ketat, latar   dalam ketika diangkat sebagai ketua PPPH   pada bulan Agustus kembali setelah 12 tahun   referendum untuk mengeluarkan Martowardoyo
 belakang politik Sukiman membuatnya lebih   (Perserikatan Pegawai Pegadaian Hindia) yang   meninggalkan tanah air sebagai co-editor.   dari PPPH pada Januari 1933. Di lain pihak,
 mudah untuk berhubungan dengan orang-orang   sebelumnya dipimpin Martowardoyo—orang   Keterlibatan Hatta dalam penerbitan yang   Martowardoyo melihat ini semua sebagai usaha
 dari luar PSI, termasuk PNI. Hal ini segera   dekat H.O.S Cokroaminoto—tengah berada   diinisiasi Sukiman memiliki banyak dimensi.   membungkam ketidaksetujuannya atas langkah
 terlihat ketika pada bulan Desember 1927.   dalam gonjang-ganjing kepengurusan karena   Selain berhasil meyakinkan Hatta bahwa   Sukiman yang menggunakan uang PPPH
 Menyadari pentingnya kerjasama yang bersifat   tuduhan penyelewengan keuangan perserikatan.   “Oetoesan Hindia” bukanlah milik partai,   guna membeli Moestika. Persoalan ini menyeret
 lintas partai dan idelogi, Sukarno berhasil   Pengangkatannya sebagai orang  penting di   Sukiman juga mampu memposisikan dirinya   Tjokroaminoto yang kemudian menyerang





 260  PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959           PERDANA MENTERI REPUBLIK INDONESIA 1945 - 1959  261
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278