Page 378 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 378

spiritual manusia dalam berhubungan     membentuk satu komunitas yang sedikit                       pengaruh yang sangat kuat pada         Sriwijaya menyapa Abd al-Aziz sebagai
            dengan Tuhan.                           banyak terisolasi, karena kebanyakan                        abad ke-17. Pemikiran sufi wahdatul    “raja Arab”, menjelaskan fakta bahwa
                                                    memiliki keterbatasan tertentu dalam                        wujud Hamzah Fansuri (wafat 1607)      raja tersebut telah akrab dengan Arab. 81
            Kuatnya kecenderungan sufisme aliran    berbahasa Arab. Hanya sedikit dari                          dan Syamsuddin al-Sumatrani
            wahdat al-wujud ini juga terdapat dalam   mereka yang mampu menuntut ilmu                           (Shams al-Din al-Sumatrani wafat       Hubungan dengan Timur Tengah
            karya-karya lain baik di Melayu atau    keagamaan langsung dari ulama-ulama                         1630) mulai disaingi, dan kedudukan    semakin mapan seiring berdirinya
            wilayah lain di Nusantara. Kajian Johns   besar Haramayn, dan di antara ilmu                        al-Sumatrani sebagai syaikhul Islam    kerajaan-kerajaan Islam pada abad ke-13.
            (1957) tentang satu naskah Melayu       keagamaan Islam yang terpenting mereka                      digantikan oleh al-Raniri, pendukung   Kehadiran ulama dari Timur Tengah
            abad ke-17, misalnya, menunjukkan       tuntut adalah tasawuf dan tarekat.                          sufisme berorientasi syariah atau neo-  dan dunia Islam yang lebih besar,
            bahwa pemikiran sufisme Ibnu ‘Arabi                                                                 sufisme. Akibatnya, budaya politik     khususnya Mekkah, merupakan langkah
            di atas sedemikian kuat mempengaruhi    Sementara sebagian besar di antara                          berorientasi-raja menjadi makin Islami.   penting dalam memperkenalkan Islam
            wacana intelektual Islam di Nusantara.   mereka menuntut ilmu dari ulama-                           Dan ini mulai terjadi pada abad ke-    ke Nusantara. Sumber-sumber lokal
            Seperti halnya pemikiran Hamzah         ulama Indonesia sendiri yang membuka                        17, bersamaan dengan terbangunnya      mengasalkan Islamisasi wilayah tersebut
            dan Syamsuddin, naskah tersebut         halaqah bagi mukimin Jawi dalam                             jaringan negeri di bawah angin dengan   kepada datangnya ulama dari Mekkah.
            mengetengahkan paham sufisme yang       bahasa Melayu di Makkah. Melalui                            Timur Tengah, khususnya Mekkah dan     Hikayat Raja-Raja Pasai, sebagai contoh,
            sangat menekankan kesatuan manusia      mereka tarekat menyebar ke lingkungan                       Madinah.                               menggambarkan kedatangan seorang
            dengan Tuhan, sebagai stasiun terkahir   komunitas jawi yang lebih besar.                                                                  ulama dari Mekkah, Syekh Ismail,
            dalam proses latihan spiritual yang biasa   Komunitas inilah yang kemudian                          Mekkah dan Madinah, juga dunia         ke Kerajaan Samudera Pasai untuk
            dilakukan para sufi.                    menyebarluaskannya ke Indonesia.                            Islam secara umum, telah hadir dalam   menyebarkan Islam.  Dalam kasus
                                                                                                                                                                         82
                                                    Sehubungan dengan itu, faktanya tarekat                     pikiran penduduk Nusantara sebelum     Malaka, Tome Pires melaporkan peran
            Dari Aceh, gerakan sufisme—dalam        yang berkembang dan memperoleh                              mereka memeluk Islam. Perdagangan      penting ulama (mullah) dari negeri-
            bentuk tarekat—selanjutnya menyebar     banyak pengikut di Makkah pada masa                         internasional telah membawa Nusantara   negeri Arab, selain Persia dan Bengal,
            ke Jawa Barat, kemudian berkembang ke   tertentu, dengan cepat mengalami                            ke dalam kontak dengan Timur Tengah.    yang berkontribusi tidak hanya dalam
                                                                                                                                                   80
            Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Meskipun   perkembangan yang sama di Indonesia.                        Sumber-sumber Arab menyebutkan         memperkenalkan Islam ke wilayah
                                      78
            beberapa pengamat dan peneliti tarekat   Dengan kata lain, perkembangan tarekat                     dua surat-menyurat antara raja kerajaan   tersebut, tapi juga masuk Islamnya
            hanya berani memastikan bahwa           di Indonesia sangat dipengaruhi oleh                        pra-Islam Siriwijaya, Sri Indrawarman,   Iskandar Shah, raja Malaka. 83
            tarekat telah mempunyai pengikut        perkembangan tarekat di Makkah.                             dengan khalifah Dinasti Umayyah,
            yang banyak di Indonesia pada akhir                                                                 Umar bin Abd al-Aziz (717-720).        Berdasarkan fakta-fakta tersebut,
            abad ke-18 dan abad ke-19,  namun       Dalam jejaring pembentukan tradisi                          Berdasarkan penelitian Fatimi (1963), dua   tidaklah mengejutkan jika sejumlah
                                   79
            yang pasti, perkembangan tarekat        sufisme, hal ini dapat dijelaskan                           surat ini memberi kita bukti kuat tentang   penduduk Samudera Pasai pada abad ke-
            tampaknya tidak bisa dilepaskan dari    sebagai berikut. Bahwa gagasan                              kontak awal antara Nusantara dengan    13 mengaku mengenal Arab.  Mekkah
                                                                                                                                                                                 84
            para ulama “jawi”, para penuntut ilmu   sufisme pernah berhadapan dengan                            Timur Tengah. Di dalam surat-surat itu,   memiliki posisi penting dalam horizon
            Islam asal Indonesia (Asia Tenggara) yang   gagasan Islam berorientasi syariah,                     seraya menyatakan dirinya sebagai “raja   pemikiran mereka. Dan, terkait watak
            pernah bermukim di Makkah. Mereka       yang mulai bergema dan memiliki                             Nusantara” (the King of al-Hind), raja   Islam di Nusantara yang berorientasi-raja



         366    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   367
   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383