Page 380 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 380

selama periode ini hubungan Mekkah-     mendiseminasikan pemikiran Islam                            pergaulan sufisme, tapi juga memiliki   ini debut intelektual al-Raniri bermula.
            Nusantara berlangsung di dalam ranah    yang berkembang di Mekkah masa itu,                         hubungan dengan Nusantara. Ba          Dia menjalankan misinya untuk
            kerajaan. Persepsi masyarakat tentang   neo-sufisme, ke Nusantara. Namun,                           Shaiban termasuk keluarga Aidarus dan   memperbarui pemikiran sufi wahdatul
            Mekkah, dan dunia Islam secara umum,    yang penting untuk dicatat di sini                          dia adalah salah seorang sarjana yang   wujud, menggantinya dengan sufisme
            dirumuskan dalam suatu kerangka         ialah bahwa ulama-ulama yang telah                          memainkan peranan penting dalam        yang berorientasi-syariah, neo-sufisme.
            untuk meningkatkan budaya politik       disebutkan di atas menjadikan kerajaan                      menyalurkan ide-ide keagamaan dari     Selama menjabat sebagai syaikhul Islam
            berorientasi-raja. Dua teks Melayu yang   sebagai tempat untuk melancarkan                          Timur Tengah ke Nusantara. 86          inilah al-Raniri menulis sebagian
            telah disebutkan sebelumnya, sebagai    misi pembaruan mereka. Al-Raniri dan                                                               besar karyanya. Secara keseluruhan
            contoh, mengindikasikan gagasan         al-Sinkili berkarier di kerajaan Aceh,                      Melalui hubungan intelektual dan       tidak kurang dari dua puluh sembilan
            Mekkah yang ada pada waktu itu.         sedangkan al-Maqassari, yang lahir di                       keluarga ini, ditambah dengan          karya  yang membuatnya memperoleh
                                                                                                                                                            88
            Menghubungkan Islamisasi Nusantara      Sulawesi Selatan, membangun kariernya                       pengalamannya dalam lingkaran          kedudukam penting dalam sejarah
            dengan ulama Mekkah memiliki            di kerajaan Banten, Jawa Barat.                             komunitas Jawi di Mekkah, al-Raniri    intelektual Islam di Nusantara.
            signifikansi politik: para raja yang telah                                                          telah terkenal di Aceh sebelum
            masuk Islam memiliki legitimasi religius   Al-Raniri adalah ulama pertama dalam                     kedatangannya ke sana. Terlebih lagi,   Karya-karya al-Raniri umumnya
            untuk mengatur penduduk yang baru       jaringan dengan Timur Tengah di abad                        dia memiliki hubungan dekat dengan     memuat isu-isu teologis dan sufisme. Hal
            memeluk Islam di kerajaan-kerajaan      ke-17. Dia dilahirkan di Ranir, sebuah                      elit Aceh yang tengah berkuasa.        ini terkait dengan lingkungan intelektual
            mereka.                                 kota pelabuhan tua di pantai Gujarat.                       Ini sebagian karena dia termasuk       kerajaan Aceh sebelum dia menjadi
                                                    Setelah memperoleh pendidikan di kota                       keluarga Aidarus, sarjana yang         syaikhul Islam, terdulu sufi wujudiyah
            Hubungan dengan Timur Tengah            kelahirannya, al-Raniri melanjutkan                         melakukan perjalanan untuk mengajar    memperoleh supremasinya. Dalam
            menjadi lebih kuat di kerajaan Aceh     pendidikannya di Mekkah dan                                 umat Islam di kerajaan tersebut.       konteks inilah, al-Raniri meng-counter
                                                                                                                                            87
            pada abad ke-17. Hubungan ini           Hadramaut. Di sana dia bergabung                            Meskipun tahun kedatangannya           sufi wujudiyah, menuduhnya sebagai
            dibuktikan dengan terbentuknya          dengan lingkaran komunitas Jawi,                            tidak tercatat, dia memang datang      tarekat yang mengusung politeisme
            jaringan ulama, yang kemudian           yang menumbuhkan kebanggaannya                              ke Aceh, mendedikasikan kapasitas      dan bahkan bidah. Dengan dukungan
            menyebabkan Mekkah memainkan            sebagai keturunan Melayu—ibu                                intelektualnya untuk kerajaan itu.     raja Aceh, al-Raniri meminta para
            peranan penting dalam diskursus         al-Raniri adalah seorang Melayu.                            Maka, setelah tinggal beberapa lama    pengikut wujudiyah untuk mengubah
            intelektual di Nusantara. Ulama-ulama   Hubungan Melayu ini diperkuat oleh                          di Pahang, di Semenanjung Melayu,      pikirannya dan bertobat kepada Tuhan
            terkenal dalam periode ini, al-Raniri   jaringan keluarga Hadraminya, lebih                         al-Raniri datang ke Aceh dan memulai   atas bid’ah dan keingkaran mereka.
            (wafat 1608), Abdurrauf al-Sinkili (1615-  tepatnya Aidarusiyyah di Tarim, yang                     kehidupan baru sebagai seorang ulama.   Namun, kelompok tersebut menolak
            1693), dan Yusuf al-Maqassari (1627-1699),   mendirikan tarekat sufi Aidarusiyyah                   Ketika itu di Kerajaan Aceh mendirikan   pesan al-Raniri dan karena itu semuanya
            pernah belajar di Mekkah.  Mereka       di India. Salah satu gurunya yang                           syaikhul Islam sebagai kantor bagi     dibunuh,dan buku-buku mereka dibakar
                                    85
            membentuk “lingkaran komunitas          terkenal, Abu Hafs Umar bin Abd Allah                       ulama, selain kadi. Al-Raniri mengepalai   atas perintah raja. 89
            Jawi” (ashab al-jawiyyin) dengan ulama   Ba Shaiban al-Tarimi al-Hadrami (wafat                     syaikhul Islam sekitar tahun 1637 di
            Mekkah yang mengajar mereka dan         1656), mengarahkan al-Raniri untuk                          bawah pemerintahan Sultan Iskandar     Peristiwa dramatis ini menjadi penanda
            kemudian bertanggung jawab dalam        tidak hanya terlibat dalam lingkungan                       Tsani (1637-41). Di kantor syaikhul Islam   bagi pembaruan al-Raniri. Dia menjadi



         368    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   369
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385