Page 381 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 381

selama periode ini hubungan Mekkah-  mendiseminasikan pemikiran Islam   pergaulan sufisme, tapi juga memiliki   ini debut intelektual al-Raniri bermula.
 Nusantara berlangsung di dalam ranah   yang berkembang di Mekkah masa itu,   hubungan dengan Nusantara. Ba   Dia menjalankan misinya untuk
 kerajaan. Persepsi masyarakat tentang   neo-sufisme, ke Nusantara. Namun,   Shaiban termasuk keluarga Aidarus dan   memperbarui pemikiran sufi wahdatul
 Mekkah, dan dunia Islam secara umum,   yang penting untuk dicatat di sini   dia adalah salah seorang sarjana yang   wujud, menggantinya dengan sufisme
 dirumuskan dalam suatu kerangka   ialah bahwa ulama-ulama yang telah   memainkan peranan penting dalam   yang berorientasi-syariah, neo-sufisme.
 untuk meningkatkan budaya politik   disebutkan di atas menjadikan kerajaan   menyalurkan ide-ide keagamaan dari   Selama menjabat sebagai syaikhul Islam
 berorientasi-raja. Dua teks Melayu yang   sebagai tempat untuk melancarkan   Timur Tengah ke Nusantara. 86  inilah al-Raniri menulis sebagian
 telah disebutkan sebelumnya, sebagai   misi pembaruan mereka. Al-Raniri dan   besar karyanya. Secara keseluruhan
 contoh, mengindikasikan gagasan   al-Sinkili berkarier di kerajaan Aceh,   Melalui hubungan intelektual dan   tidak kurang dari dua puluh sembilan
 Mekkah yang ada pada waktu itu.   sedangkan al-Maqassari, yang lahir di   keluarga ini, ditambah dengan   karya  yang membuatnya memperoleh
                                                         88
 Menghubungkan Islamisasi Nusantara   Sulawesi Selatan, membangun kariernya   pengalamannya dalam lingkaran   kedudukam penting dalam sejarah
 dengan ulama Mekkah memiliki   di kerajaan Banten, Jawa Barat.  komunitas Jawi di Mekkah, al-Raniri   intelektual Islam di Nusantara.
 signifikansi politik: para raja yang telah   telah terkenal di Aceh sebelum
 masuk Islam memiliki legitimasi religius   Al-Raniri adalah ulama pertama dalam   kedatangannya ke sana. Terlebih lagi,   Karya-karya al-Raniri umumnya
 untuk mengatur penduduk yang baru   jaringan dengan Timur Tengah di abad   dia memiliki hubungan dekat dengan   memuat isu-isu teologis dan sufisme. Hal
 memeluk Islam di kerajaan-kerajaan   ke-17. Dia dilahirkan di Ranir, sebuah   elit Aceh yang tengah berkuasa.   ini terkait dengan lingkungan intelektual
 mereka.  kota pelabuhan tua di pantai Gujarat.   Ini sebagian karena dia termasuk   kerajaan Aceh sebelum dia menjadi
 Setelah memperoleh pendidikan di kota   keluarga Aidarus, sarjana yang   syaikhul Islam, terdulu sufi wujudiyah
 Hubungan dengan Timur Tengah   kelahirannya, al-Raniri melanjutkan   melakukan perjalanan untuk mengajar   memperoleh supremasinya. Dalam
 menjadi lebih kuat di kerajaan Aceh   pendidikannya di Mekkah dan   umat Islam di kerajaan tersebut.    konteks inilah, al-Raniri meng-counter
                                         87
 pada abad ke-17. Hubungan ini   Hadramaut. Di sana dia bergabung   Meskipun tahun kedatangannya   sufi wujudiyah, menuduhnya sebagai
 dibuktikan dengan terbentuknya   dengan lingkaran komunitas Jawi,   tidak tercatat, dia memang datang   tarekat yang mengusung politeisme
 jaringan ulama, yang kemudian   yang menumbuhkan kebanggaannya   ke Aceh, mendedikasikan kapasitas   dan bahkan bidah. Dengan dukungan
 menyebabkan Mekkah memainkan   sebagai keturunan Melayu—ibu   intelektualnya untuk kerajaan itu.   raja Aceh, al-Raniri meminta para
 peranan penting dalam diskursus   al-Raniri adalah seorang Melayu.   Maka, setelah tinggal beberapa lama   pengikut wujudiyah untuk mengubah
 intelektual di Nusantara. Ulama-ulama   Hubungan Melayu ini diperkuat oleh   di Pahang, di Semenanjung Melayu,   pikirannya dan bertobat kepada Tuhan
 terkenal dalam periode ini, al-Raniri   jaringan keluarga Hadraminya, lebih   al-Raniri datang ke Aceh dan memulai   atas bid’ah dan keingkaran mereka.
 (wafat 1608), Abdurrauf al-Sinkili (1615-  tepatnya Aidarusiyyah di Tarim, yang   kehidupan baru sebagai seorang ulama.   Namun, kelompok tersebut menolak
 1693), dan Yusuf al-Maqassari (1627-1699),   mendirikan tarekat sufi Aidarusiyyah   Ketika itu di Kerajaan Aceh mendirikan   pesan al-Raniri dan karena itu semuanya
 pernah belajar di Mekkah.  Mereka   di India. Salah satu gurunya yang   syaikhul Islam sebagai kantor bagi   dibunuh,dan buku-buku mereka dibakar
 85
 membentuk “lingkaran komunitas   terkenal, Abu Hafs Umar bin Abd Allah   ulama, selain kadi. Al-Raniri mengepalai   atas perintah raja. 89
 Jawi” (ashab al-jawiyyin) dengan ulama   Ba Shaiban al-Tarimi al-Hadrami (wafat   syaikhul Islam sekitar tahun 1637 di
 Mekkah yang mengajar mereka dan   1656), mengarahkan al-Raniri untuk   bawah pemerintahan Sultan Iskandar   Peristiwa dramatis ini menjadi penanda
 kemudian bertanggung jawab dalam   tidak hanya terlibat dalam lingkungan   Tsani (1637-41). Di kantor syaikhul Islam   bagi pembaruan al-Raniri. Dia menjadi



 368  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   369
   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386