Page 379 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 379

spiritual manusia dalam berhubungan   membentuk satu komunitas yang sedikit   pengaruh yang sangat kuat pada   Sriwijaya menyapa Abd al-Aziz sebagai
 dengan Tuhan.  banyak terisolasi, karena kebanyakan   abad ke-17. Pemikiran sufi wahdatul   “raja Arab”, menjelaskan fakta bahwa
 memiliki keterbatasan tertentu dalam   wujud Hamzah Fansuri (wafat 1607)   raja tersebut telah akrab dengan Arab. 81
 Kuatnya kecenderungan sufisme aliran   berbahasa Arab. Hanya sedikit dari   dan Syamsuddin al-Sumatrani
 wahdat al-wujud ini juga terdapat dalam   mereka yang mampu menuntut ilmu   (Shams al-Din al-Sumatrani wafat   Hubungan dengan Timur Tengah
 karya-karya lain baik di Melayu atau   keagamaan langsung dari ulama-ulama   1630) mulai disaingi, dan kedudukan   semakin mapan seiring berdirinya
 wilayah lain di Nusantara. Kajian Johns   besar Haramayn, dan di antara ilmu   al-Sumatrani sebagai syaikhul Islam   kerajaan-kerajaan Islam pada abad ke-13.
 (1957) tentang satu naskah Melayu   keagamaan Islam yang terpenting mereka   digantikan oleh al-Raniri, pendukung   Kehadiran ulama dari Timur Tengah
 abad ke-17, misalnya, menunjukkan   tuntut adalah tasawuf dan tarekat.  sufisme berorientasi syariah atau neo-  dan dunia Islam yang lebih besar,
 bahwa pemikiran sufisme Ibnu ‘Arabi   sufisme. Akibatnya, budaya politik   khususnya Mekkah, merupakan langkah
 di atas sedemikian kuat mempengaruhi   Sementara sebagian besar di antara   berorientasi-raja menjadi makin Islami.   penting dalam memperkenalkan Islam
 wacana intelektual Islam di Nusantara.   mereka menuntut ilmu dari ulama-  Dan ini mulai terjadi pada abad ke-  ke Nusantara. Sumber-sumber lokal
 Seperti halnya pemikiran Hamzah   ulama Indonesia sendiri yang membuka   17, bersamaan dengan terbangunnya   mengasalkan Islamisasi wilayah tersebut
 dan Syamsuddin, naskah tersebut   halaqah bagi mukimin Jawi dalam   jaringan negeri di bawah angin dengan   kepada datangnya ulama dari Mekkah.
 mengetengahkan paham sufisme yang   bahasa Melayu di Makkah. Melalui   Timur Tengah, khususnya Mekkah dan   Hikayat Raja-Raja Pasai, sebagai contoh,
 sangat menekankan kesatuan manusia   mereka tarekat menyebar ke lingkungan   Madinah.  menggambarkan kedatangan seorang
 dengan Tuhan, sebagai stasiun terkahir   komunitas jawi yang lebih besar.   ulama dari Mekkah, Syekh Ismail,
 dalam proses latihan spiritual yang biasa   Komunitas inilah yang kemudian   Mekkah dan Madinah, juga dunia   ke Kerajaan Samudera Pasai untuk
 dilakukan para sufi.  menyebarluaskannya ke Indonesia.   Islam secara umum, telah hadir dalam   menyebarkan Islam.  Dalam kasus
                                                                      82
 Sehubungan dengan itu, faktanya tarekat   pikiran penduduk Nusantara sebelum   Malaka, Tome Pires melaporkan peran
 Dari Aceh, gerakan sufisme—dalam   yang berkembang dan memperoleh   mereka memeluk Islam. Perdagangan   penting ulama (mullah) dari negeri-
 bentuk tarekat—selanjutnya menyebar   banyak pengikut di Makkah pada masa   internasional telah membawa Nusantara   negeri Arab, selain Persia dan Bengal,
 ke Jawa Barat, kemudian berkembang ke   tertentu, dengan cepat mengalami   ke dalam kontak dengan Timur Tengah.    yang berkontribusi tidak hanya dalam
                                                80
 Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Meskipun   perkembangan yang sama di Indonesia.   Sumber-sumber Arab menyebutkan   memperkenalkan Islam ke wilayah
 78
 beberapa pengamat dan peneliti tarekat   Dengan kata lain, perkembangan tarekat   dua surat-menyurat antara raja kerajaan   tersebut, tapi juga masuk Islamnya
 hanya berani memastikan bahwa   di Indonesia sangat dipengaruhi oleh   pra-Islam Siriwijaya, Sri Indrawarman,   Iskandar Shah, raja Malaka. 83
 tarekat telah mempunyai pengikut   perkembangan tarekat di Makkah.   dengan khalifah Dinasti Umayyah,
 yang banyak di Indonesia pada akhir   Umar bin Abd al-Aziz (717-720).   Berdasarkan fakta-fakta tersebut,
 abad ke-18 dan abad ke-19,  namun   Dalam jejaring pembentukan tradisi   Berdasarkan penelitian Fatimi (1963), dua   tidaklah mengejutkan jika sejumlah
 79
 yang pasti, perkembangan tarekat   sufisme, hal ini dapat dijelaskan   surat ini memberi kita bukti kuat tentang   penduduk Samudera Pasai pada abad ke-
 tampaknya tidak bisa dilepaskan dari   sebagai berikut. Bahwa gagasan   kontak awal antara Nusantara dengan   13 mengaku mengenal Arab.  Mekkah
                                                                             84
 para ulama “jawi”, para penuntut ilmu   sufisme pernah berhadapan dengan   Timur Tengah. Di dalam surat-surat itu,   memiliki posisi penting dalam horizon
 Islam asal Indonesia (Asia Tenggara) yang   gagasan Islam berorientasi syariah,   seraya menyatakan dirinya sebagai “raja   pemikiran mereka. Dan, terkait watak
 pernah bermukim di Makkah. Mereka   yang mulai bergema dan memiliki   Nusantara” (the King of al-Hind), raja   Islam di Nusantara yang berorientasi-raja



 366  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   367
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384