Page 496 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 496
tentang alam dan alam diwujudkan dari cahaya Tuhan ini tercipta Nur lebar. Berikut ungkapan yang ia berikan mitsal, Abdul Aziz Dahlam, mencermati
Tuhan secara aktual menurut pola-pola Muhammad, yang merupakan asal dari mengenai alam mitsal ini: bahwa alam mitsal juga disebut dengan
rancangan tersebut.” 84 segenap alam lainnya. Nur Muhammad alam jabarut; sementara alam malakut
86
ini merupakan makhluk yang paling Kelima, martabat wujud itu bernama bermakna alma arwah, dan alam mulk
Selain tiga martabat tersebut di atas tinggi martabatnya dibanding dengan alam mitsal, mengandung pengertian alam empiris. 89
dikenal dengan “alam”. Alam di sini segala makhluk atau alam ini. Mengenai Ialah rencana daripada zhill al-jalal wa
dipahami sebagai segala sesuatu selain hal ini Syams al-Din menulis sebagai al-jamal, Martabat keenam dari martabat wujud
Allah (ma siwa Allah), baik yang dapat berikut: adalah alam empiris, yang disebut oleh
diindrai maupun tidak. Alam yang dapat Ialah rupa alam ma‘ani, Syams al-Din dengan alam ajsam (tubuh-
ditangkap melalui pancaindra disebut Kata Syaikh: Ikan tongkol itu terlalu ‘ali, Bayang-bayang kebesaran dan keelokan, tubuh materi). Ia juga disebut dengan
dengan alam syahadah (alam yang bangsanya Nur al-Rahmani, artinya Serta dengan sekalian tafshil dan ijmal, alam syahadah (kesaksian) dan alam
disaksikan), sementara alam yang tidak Nur Muhammad itu martabatnya terlalu mulk (empiris). Mengenai alam ajsam ini
dapat ditangkap melalui pancaindera tinggi karena ia bangsa dari [cahaya] Alam mitsal itulah sudah tersalin, Syams al-Dian menulis sebagai berikut:
dikenal dengan alam ghayb. Empat Allah Ta‘ala. Soal: Jika orang bertanya, Seperti di dalam ma‘lumat yang lagi Keenam, martabat wujud itu bernama
martabat yang dikembangkan oleh Nur Muhammad jua akan bangsa cahaya bathin, alam ajsam,
Syams al-Dian terkait dengan alam ini. Allah, yang lain itu bukankah dari cahaya
itu jua? Jawab: Adapun Syaikh berkata Serta hurufnya sakin, Itulah rencana dari pada wujud khashsh
Martabat yang keempat yang diajarkan demikian itu hendak menyatakan [bahwa] Itulah rupa sekalian ini, dan ‘amm,
oleh Syams al-Din disebut dengan Nur Muhammad terlalu tinggi dari pada
alam arwah. Karena pada martabat yang lainnya. Jikalau ada sekalipun yang Alam mitsal itulah terlalu syarif, Sekaliannya itulah seperti tamam,
ketigaTuhan ber-tajalli pada bukan lain dari padanya, tetapi martabatnya Bangsa kenyataan Tuhan yang bernama Dari pada faydh dzu al-jalal wa al-
diri-Nya (fi ghayirihi) maka Ia harus kurang dari pada Nur Muhammad itu. 87 kathir, ikram,
menciptakan alam. Penciptaan ini Ajsam itulah tubuh yang katsif,
berawal dengan penciptaan makhluk Ruh atau Nur Muhammad, bersama Kasih kepada sekalian qawi dan dha‘if. 88
pertama, yaitu nur (cahaya). Nur ini dengan alam arwah yang lain termasuk Alam mitsal merupakan sesuatu yang Ada dalamnya ter[sem]bunyi wujud yang
dalam kategori “alam arwah”, yang
disebut oleh Syams al-Din dalam meliputi para malaikat, jin, setan, iblis, murakkab lathif, dalam pengertian bahwa lathif,
sejumlah nama, termasuk Nur ruh manusia, ruh hewan, dan ruh ia tersusun dalam bentuk ragam jasad Di sanalah nyata qawi dan dha‘if,
Muhammad, Ruh Muhamad, Akal, tumbuh-tumbuhan. yang bersifat halus (immateri). Oleh
dan al-Qalam al-A‘la (Pena Tertinggi). karena itu, ia tidak dapat dirusak, Dari pada sekaliannya hina hainuna dan
85
90
Penciptaan makhluk yang pertama Alam mitsal merupakan martabat kelima. dipisahkan, atau bahkan disatukan. Hal syarif.
terjadi atas kehendak (iradah) Tuhan. Dalam diskursus wahdat al-wujud, alam ini berbeda dengan jasad-jasad materi, Mengenai penyebutan alam ajsam
Ketika Ia berkehendak untuk ber- mitsal ini merupakan topik yang penting. yang dapat dirusak, diceraiberaikan dan dengan nama alam mulk, ia menulis
tajalli pada bukan diri-Nya, maka Namun, Syams al-Din kelihatannya disatukan. Dalam kajiannya mengenai bahwa “…yang bernama alam mulk
ia menciptakan cahaya (nur); dan tidak membahasnya secara panjang ajaran Syams al-Din mengenai alam pada alam ini segala barang [yang]
484 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 485

