Page 500 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 500

ortodoksi (ahl al-sunnah wa al-jama‘ah).    bersemangat melakukan penafsiran                        budaya, agama, dan politik di kawasan   cermin raja-raja, termasuk beberapa
                                             99
            Oleh karena itu, neo-sufisme merupakan   ulang doktrin tasawuf yang keluar                          itu, khususnya Aceh.  Ini dibuktikan   karya penting yang berkenaan dengan
                                                                                                                                   107
            sintesis dari bentuk tasawuf fasafi     dari ajaran panteisme di Nusantara.                         dengan kehadirannya yang sangat        polemik mengenai Wujudiyyah. 111
                                                                                    105
            dengan ajaran-ajaran moral syari‘ah.    Nama lengkapnya adalah Nur al-Din                           cepat (segera setelah Iskandar Muda
                                             100
            Meskipun upaya intelektual untuk        Muhammad b. ‘Ali b. Hasanji al-Hamid                        wafat), keaktifannya yang langsung     Al-Raniri sebenarnya terkesan dengan
            kembali kepada ortodoksi sunni telah    al-Raniri, yang lahir di Ranir (Rander),                    dalam panggung politik dan dalam       konsep tajalli yang dikembangkan oleh
            lama dilakukan, terutama setelah abad   Gujarat, sekitar akhir abad ke-16. Oleh                     kontroversi keagamaan di Aceh,         Ibn ‘Arabi tentang Tuhan, alam dan
            ke-12, namun kelihatannya ia mencapai   karena itu, ia bukan seorang Aceh asli,                     masa singkatnya di Aceh yang           manusia; namun, ia tidak cenderung
            puncaknya pada abad ke-17.  Ahmad       dan juga bukan seorang penduduk tetap                       sangat produktif, dan kemahirannya     mengadopsi ajaran panteismenya.
                                     101
            Sirhindi (wafat 1625) mewakili puncak   di kerajaan ini. Namun, keberadaannya                       berbahasa Melayu. Bahkan, ia juga      Apa yang ia lakukan adalah
            gerakan pengkritik ajaran wahdat al-    yang singkat di Aceh, yaitu sekitar tujuh                   diklaim pernah datang ke Aceh di akhir   mengkompromikan dua kutub yang
            wujud Ibn ‘Arabi. Ia merupakan “seorang   tahun (1637-1644/45), ditandai sebagai                    masa pemerintahan Iskandar Muda,       berbeda ini, yaitu ajaran mutakallimun
            ahli teori pembaharuan tasawuf”         periode yangt paling kontroversial                          namun tidak mendapat sambutan dan      dan Ibn ‘Arabi, sehingga ia masih
            yang berasal dari India.”  Sirhindi     dalam sejarah kerajaan ini sepanjang                        akhirnya ia berhasil mendapatkan       mempertahankan akidah ahl al-
                                  102
                                                                                                                                                                         112
            menegaskan bahwa realitas sufi (haqiqah),   abad ke-17. Ia berhasil mendapat                        simpati dan dukungan kerajaan pada     sunnah wa al-jama’ah.  Dalam masalah
            yang sangat sering bertentangan dengan   dukungan kerajaan dan memperoleh                           masa Iskandar Tsani (wafat 1641).      ketuhanan ia mempertahankan doktrin
                                                                                                                                              108
            syari‘ah, sesungguhnya merupakan        posisi strategis sebagai Syaikh al-Islam,                   Poin yang penting disebut di sini      bahwa wujud Allah dan wujud alam
            landasan kehidupan bagi syari‘ah itu    sebuah jabatan hirarkhi keagamaan                           adalah bahwa kedatangan al-Raniri ke   berbeda, dan tidak boleh disamakan,
            sendiri.”  Azyumardi Azra mensinyalir   tertinggi di kerajaan.                                      Aceh kelihatannya didorong oleh misi   sebagaimana kepercayaan yang dianut
                    103
            bahwa saling pendekatan (rapprochement)                                                             untuk menghancurkan ajaran mistik      oleh para mutakallimun. Namun, ia
            antara ulama yang berorientasi pada     Al-Raniri dikenal sebagai seorang                           yang heterodoks di Aceh, yang ia sebut   kelihatannya lebih cenderung kepada
            syari‘at dengan para ahli sufi mencapai   penganut ahl al-sunnah wa al-jama‘ah                      sebagai “wujudiyyah yang zindiq dan    pandangan ahli sufi yang menegaskan
            puncaknya pada abad ke-17; dan ini      yang ketat dan ulama yang sangat                            mulhid.”  Ia secara terang-terangan    bahwa didasarkan pada dalil wahyu dan
                                                                                                                       109
            merupakan ciri yang menonjol dari       produktif, meskipun kehadirannya di                         menegaskan niatnya untuk membawa       kasyf “wujud Allah adalah yang esa lagi
            jaringan ulama ketika itu.  Penyebaran   kerajaan ini tergolong singkat, yaitu                      saudara-saudaranya seiman ke dalam     hakiki, sedangkan alam ini merupakan
                                   104
            neo-sufisme ini mencapai kawasan        tujuh tahun. Ia dikenal sebagai seorang                     Islam yang “benar.”  Di antara upaya   wujud bayangan atau mazhar (tempat
                                                                                                                                  110
                                                                                                                                                                            113
            Nusantara.                              sufi, ahli ilmu kalam (mutakallim), ahli                                                           kenyataan) bagi Allah.”  Di sini al-
                                                    hukum Islam, sastrawan, dan politikus.                      yang ia lakukan untuk merealisasikan   Raniri berupaya untuk menghindarkan
            Pemikiran tokoh neo-sufisme yang        Namun, ia juga dikenal sebagai seorang                      misinya ini adalah menuangkan          diri dari syirk bila dipahami adanya
            patut disinggung pertama di sini        menulis yang produktif. Al-Raniri                           pemikirannya dalam banyak karya.       dua wujud (Tuhan dan alam). Dengan
            adalah seorang ulama asal India         datang ke Aceh pada tahun 1637, segera                      Ahmad Daudy menemukan 29 karya         demikian ia menekankan bahwa hanya
            yang berkarir di Aceh, yaitu Nur al-    setelah wafatnya Sultan Iskandar                            al-Raniri, yang terdiri dari bahasan   ada satu wujud (esa), yaitu wujud Tuhan;
            Din al-Raniri. Ia, menurut Rahman,      Muda.  Sebelum kedatangannya ke                             umum mengenai Islam, termasuk karya    sementara alam adalah “bayangan”
                                                          106
            merupakan seorang ulama yang sangat     kerajaan ini, al-Raniri telah menguasai                     fiqh, hadits, tasawuf, sejarah, dan karya   (mazhhar), yang bermakna tidak memiliki



         488    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   489
   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505