Page 497 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 497

tentang alam dan alam diwujudkan   dari cahaya Tuhan ini tercipta Nur   lebar. Berikut ungkapan yang ia berikan   mitsal, Abdul Aziz Dahlam, mencermati
 Tuhan secara aktual menurut pola-pola   Muhammad, yang merupakan asal dari   mengenai alam mitsal ini:  bahwa alam mitsal juga disebut dengan
 rancangan tersebut.” 84  segenap alam lainnya.  Nur Muhammad   alam jabarut; sementara alam malakut
 86
 ini merupakan makhluk yang paling   Kelima, martabat wujud itu bernama   bermakna alma arwah, dan alam mulk
 Selain tiga martabat tersebut di atas   tinggi martabatnya dibanding dengan   alam mitsal,  mengandung pengertian alam empiris. 89
 dikenal dengan “alam”. Alam di sini   segala makhluk atau alam ini. Mengenai   Ialah rencana daripada zhill al-jalal wa
 dipahami sebagai segala sesuatu selain   hal ini Syams al-Din menulis sebagai   al-jamal,  Martabat keenam dari martabat wujud
 Allah (ma siwa Allah), baik yang dapat   berikut:  adalah alam empiris, yang disebut oleh
 diindrai maupun tidak. Alam yang dapat   Ialah rupa alam ma‘ani,  Syams al-Din dengan alam ajsam (tubuh-
 ditangkap melalui pancaindra disebut   Kata Syaikh: Ikan tongkol itu terlalu ‘ali,   Bayang-bayang kebesaran dan keelokan,  tubuh materi). Ia juga disebut dengan
 dengan alam syahadah (alam yang   bangsanya Nur al-Rahmani, artinya   Serta dengan sekalian tafshil dan ijmal,  alam syahadah (kesaksian) dan alam
 disaksikan), sementara alam yang tidak   Nur Muhammad itu martabatnya terlalu   mulk (empiris). Mengenai alam ajsam ini
 dapat ditangkap melalui pancaindera   tinggi karena ia bangsa dari [cahaya]   Alam mitsal itulah sudah tersalin,  Syams al-Dian menulis sebagai berikut:
 dikenal dengan alam ghayb. Empat   Allah Ta‘ala. Soal: Jika orang bertanya,   Seperti di dalam ma‘lumat yang lagi   Keenam, martabat wujud itu bernama
 martabat yang dikembangkan oleh   Nur Muhammad jua akan bangsa cahaya   bathin,  alam ajsam,
 Syams al-Dian terkait dengan alam ini.  Allah, yang lain itu bukankah dari cahaya
 itu jua? Jawab: Adapun Syaikh berkata   Serta hurufnya sakin,  Itulah rencana dari pada wujud khashsh
 Martabat yang keempat yang diajarkan   demikian itu hendak menyatakan [bahwa]   Itulah rupa sekalian ini,  dan ‘amm,
 oleh Syams al-Din disebut dengan   Nur Muhammad terlalu tinggi dari pada
 alam arwah. Karena pada martabat   yang lainnya. Jikalau ada sekalipun yang   Alam mitsal itulah terlalu syarif,  Sekaliannya itulah seperti tamam,
 ketigaTuhan ber-tajalli pada bukan   lain dari padanya, tetapi martabatnya   Bangsa kenyataan Tuhan yang bernama   Dari pada faydh dzu al-jalal wa al-
 diri-Nya (fi ghayirihi) maka Ia harus   kurang dari pada Nur Muhammad itu. 87  kathir,  ikram,
 menciptakan alam. Penciptaan ini                   Ajsam itulah tubuh yang katsif,
 berawal dengan penciptaan makhluk   Ruh atau Nur Muhammad, bersama   Kasih kepada sekalian qawi dan dha‘if. 88
 pertama, yaitu nur (cahaya). Nur ini   dengan alam arwah yang lain termasuk   Alam mitsal merupakan sesuatu yang   Ada dalamnya ter[sem]bunyi wujud yang
 dalam kategori “alam arwah”, yang
 disebut oleh Syams al-Din dalam   meliputi para malaikat, jin, setan, iblis,   murakkab lathif, dalam pengertian bahwa   lathif,
 sejumlah nama, termasuk Nur   ruh manusia, ruh hewan, dan ruh   ia tersusun dalam bentuk ragam jasad   Di sanalah nyata qawi dan dha‘if,
 Muhammad, Ruh Muhamad, Akal,   tumbuh-tumbuhan.  yang bersifat halus (immateri). Oleh
 dan al-Qalam al-A‘la (Pena Tertinggi).    karena itu, ia tidak dapat dirusak,   Dari pada sekaliannya hina hainuna dan
 85
                                                          90
 Penciptaan makhluk yang pertama   Alam mitsal merupakan martabat kelima.   dipisahkan, atau bahkan disatukan. Hal   syarif.
 terjadi atas kehendak (iradah) Tuhan.   Dalam diskursus wahdat al-wujud, alam   ini berbeda dengan jasad-jasad materi,   Mengenai penyebutan alam ajsam
 Ketika Ia berkehendak untuk ber-  mitsal ini merupakan topik yang penting.   yang dapat dirusak, diceraiberaikan dan   dengan nama alam mulk, ia menulis
 tajalli pada bukan diri-Nya, maka   Namun, Syams al-Din kelihatannya   disatukan. Dalam kajiannya mengenai   bahwa “…yang bernama alam mulk
 ia menciptakan cahaya (nur); dan   tidak membahasnya secara panjang   ajaran Syams al-Din mengenai alam   pada alam ini segala barang [yang]



 484  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   485
   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502