Page 511 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 511

ini sesuai dengan ajaran panteisme yang   Bagi al-Raniri, penafsiran Hamzah   memerintahkan rakyatnya dari pada   dan praktik-praktik sufi.”  Meskipun
                                                                           148
 dianut oleh Hamzah. Ayat yang menjadi   ini adalah sesuatu yang sesat.   barang pekerjaan mereka itu dari   dalam banyak hal tindakannya terkesan
 rujukan Hamzah dalam hal ini adalah   Menurutnya, mustahil wujud yang   pada baiknya dan jahatnya.” 146  reaktif dan keras selama berada di Aceh,
 surat al-Fajr (89), ayat 26-30. Ia menulis   tidak ada (alam) dapat bersatu dengan   Al-Raniri membuktikan dirinya sebagai   namun ia telah sukses dalam misinya
 sebagai berikut:  wujud yang ada (Tuhan). Ulama ini   seorang tokoh pemikir ahl al-sunnah wa   menyelamatkan umat Islam di kawasan
 juga berpendapat bahwa pandangan                   ini dari, apa yang ia katakan, ajaran
 Ya ayyatuha al-nafs al-  Hamzah ini bermakna pengingkaran   al-jama‘ah (ortodoksi) yang konsisten,   menyimpang wujudiyyah.  Mengenai
                                                                          149
 muthma’innah; irji‘i ila rabbiki   terhadap adanya syurga dan neraka. Ia   yang meskipun dalam banyak hal   peran yang ia mainkan di Nusantara
 radhiyatan mardhiyyah; fadkhuli fi   menegaskan sebagai berikut:  memiliki kesamaan dengan pemikiran   S.M.N. al-Attas menulis sebagai berikut:
 ‘ibadi; wadkhuli jannati. Hai segala   mistik Ibn ‘Arabi dan Hamzah Fansuri,
 kamu yang bernyawa muthma’innah!   Maka dimaknakan oleh kaum   namun masih mempertahankan ajaran   Karya-karyanya [al-Raniri] dalam
 Pulanglah kamu kepada Tuan kamu   wujudiyyah yang zindiq itu seperti   tauhid, dan menolak ajaran imanensi   bahasa Melayu tentang teologi dan
 radhi kamu akan Dia dan radhi Ia akan   makna pada ayat “inna lillahi wa inna   Tuhan dalam alam. Yang ada hanya   ajaran-ajaran dasar Islam, hukum
 kamu. Maka masuklah surga-Ku, hai   ilayhi raji‘un”, adalah maksud mereka   wujud Tuhan, sementara yang lain   Tuhan yang mengatur pelaksanaannya
 hamba-hamba-Ku!  itu bahwa alam itu keluar dari pada   adalah bayangan. Ia menekankan pada   dan prinsip-prinsip moral dan etika
 wujud Allah dan kembali ia jua menjadi   pelaksanaan agama dengan sebenarnya,   yang berasal dari hukum tersebut
 Artinya datangnya pun dari pada laut,   bersatu dengan Dia. Karena pada mereka   yang meliputi aspek iman, Islam, ma‘rifat   merupakan jenis karya-karya pertama
 pulangnya pun kepada laut jua…; karena   itu tiada ada surga dan neraka dan tiada   dan tauhid. Penekanan diberikan pada   yang muncul di dunia Melayu… Tidak
 pada orang berahi yang wasal, jannah   ada pada mereka itu Tuhan, hanya ia   aspek mengimani kebenaran Islam dan   diragukan lagi bahwa tidak ada seorang
 itulah yang dikatakan dalam ayat:   bertuhankan dirinya sendiri. 145  melaksanakan semua ajarannya sesuai   pun yang telah memberikan kontribusi
 fadkhuli fi ‘ibadi wadkhuli jannati.   dengan syari‘at. Namun, ini semua   yang demikian besar dalam ilmu ke-
 Pulanglah ia kepada tempat kuntu   Al-Raniri memahami ayat tersebut   harus dilengkapi dengan pengalaman   islaman dan pengkajian Islam selain
 kanzan makhfiyyan. 144  sebagaimana yang lazim dipahami   keruhanian dalam bentuk tradisi sufi,   al-Raniri. Dari perspektif Islamisasi, ia
 oleh kaum ahl al-sunnah bahwa   sehingga hakikat ma‘rifat dapat diraih.
 Pandangan Hamzah ini sesuai denga   manusia itu sesungguhya adalah   Hanya dengan ma‘rifat yang hakiki   telah memainkan peran terbesar dalam
 ajaran mistik yang ia anut, yaitu   milik Allah; dan segala amalnya   inilah keyakinan yang sebenarnya   bidang agama di kalangan masyarakat
 Tuhan imanen dalam alam ini. Dengan   akan kembali kepada Allah. Oleh   (haqq al-yaqin) terhadap makna tauhid   Nusantara, dan memberikan kontribusi
 kematian, manusia kembali bersatu   karena itu, setiap amal baik akan   dapat diraih. Oleh karena itu, al-Raniri   yang berkelanjutan terhadap kehidupan
 dengan Tuhannya, bagaikan ombak yang   diberi ganjaran surga, dan sebaliknya   sangat menentang ajaran panteisme,   spritual dan kualitas intelektual mereka.
 kembali bersatu dengan laut, tempat ia   segala perbuatan yang jahat akan   yang merusak akidah umat.  Al-Raniri   Al-Raniri merupakan salah seorang tokoh
                                     147
 berasal. Dari perspektif inilah Hamzah   mendapat balasan neraka. Inilah   adalah “orang pertama di Nusantara   Islam terbesar di Nusantara. 150
 memahami ayat ini berbeda dengan   yang diumapamakan oleh al-Raniri   yang menjelaskan perbedaan antara   Namun, keberadaan tokoh ini di Aceh
 penafsrian yang diberikan oleh kalangan   bagaikan “pekerjaan rakyat itu   penafsiran dan pemahaman yang salah   saat itu sarat dengan kontroversi. Ia
 ahl al-sunnah.  kembali kepada raja jua karena ia   maupun benar atas doktrin-doktrin   hanya mampu bertahan di kerajaan



 498  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   499
   506   507   508   509   510   511   512   513   514   515   516