Page 88 - BKSN 2021 (1)
P. 88
yang telah dimurnikan dalam api. Istilah “membeli” menunjuk pada kon-
sep mendapat, mengakusisi, atau menjadikan hak milik. Tidak seorang
pun sebenarnya dapat membeli sesuatu dari Kristus. Tambahan lagi, apa
yang ada dalam Kristus bukanlah kekayaan duniawi, melainkan keka-
yaan surgawi. Karena itu, istilah “membeli” ini harus dimengerti dalam
konteks mendapat kekayaan rohani dari Kristus. Konsekuensinya, istilah
“emas” dalam teks ini perlu dipahami secara simbolis atau kiasan. Emas
dari Kristus merepresentasikan warisan surgawi dalam kerajaan Kristus
yang mulia. Emas dapat juga dipahami sebagai gambaran iman yang lahir
dari sabda Allah, yang membawa orang kepada kekayaan rohani dalam
Kristus pada kehidupan mereka (bdk. 1Pet. 1:7; Rm. 10:17; 5:1). Jemaat Lao-
dikia yang miskin secara rohani harus membeli emas (sesuatu yang pa-
ling berharga) surgawi. Emas ini tidak dapat dibeli dengan harta manusia
ataupun dibayar dengan jasa manusia, tetapi hanya melalui iman akan
Kristus. Di sini, Tuhan menasihatkan pada jemaat Laodikia agar kembali
kepada-Nya yang adalah kekayaan sejati jemaat.
Nasihat kedua, karena mereka telanjang secara rohani, Tuhan
meminta mereka untuk mengenakan pakaian putih. Mereka memi-
liki pakaian yang mewah, tetapi diminta untuk memakai pakaian yang
sederhana, yaitu pakaian putih. Selain aspek kesederhanaan, warna putih
menunjuk pada kemurnian dan kesucian. Dengan mengenakan pakaian
putih, jemaat dimurnikan oleh pengampunan dosa melalui kurban Kris-
tus dan memulai hidup pertobatan.
Nasihat ketiga, mereka diminta untuk mengolesi mata dengan
minyak supaya dapat melihat. Sekali lagi, nasihat ini perlu dipahami se-
cara simbolis. Kota Laodikia adalah produsen minyak untuk obat mata
yang terkenal di provinsi Asia Kecil (Turki sekarang). Meskipun mampu
membuat obat untuk mata, sebagian penduduknya, termasuk jemaat
Kristen di sana, mengalami “kebutaan” rohani. Di sini, pengolesan atau
pelumasan minyak di mata harus dilihat sebagai proses penyembuhan
spiritual dan pencerahan rohani yang disediakan oleh Kristus dalam du-
nia yang dipenuhi oleh kegelapan dan ketidakpedulian.
Setelah memberi nasihat, Yesus kemudian memberi sebuah pe-
rintah tegas, “Relakanlah hatimu dan bertobatlah!” Namun, sebelumnya
Yesus mengucapkan perkataan yang menarik untuk dipahami secara
mendalam, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar” (ay. 19). Un-
tuk memahaminya, kita perlu mengacu pada teks lain dalam Alkitab yang
menyinggung hal serupa, “Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang
86 Gagasan Pendukung

